Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Beri Angin Segar bagi Startup Agritech

Pembatasan ruang gerak masyarkat, baik PPKM atau PSBB memberikan dampak positif ke penjualan bahan makanan seperti pertanian atau agritech.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  06:44 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dinilai memberi peluang akselerasi bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi agrikultur (agritech). 

Pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif)Saga Iqranegara mengatakan kebijakan tersebut membuka peluangnya luas, tetapi para pemain harus bisa memanfaatkan dengan menghadirkan layanan kepada konsumen secara efektif dan efisien.

“Pelaku startup agritech perlu menguatkan sisi operasional untuk menghadapi lonjakan yang mungkin dating. Bahkan, potensinya [pendapatan kotor] bisa meningkat di atas 20 persen [pada kuartal I/2021],” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (21/1/2021)

Senada, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai pembatasan ruang gerak masyarkat, baik PPKM atau PSBB memberikan dampak positif ke penjualan bahan makanan seperti pertanian atau agritech.

“Saat ini banyak layanan pengantaran bahan pangan pertanian baik berbasis aplikasi ataupun layanan media sosial [WA ataupun IG]. Makin tumbuh penyedia jasanya. Maka pendapatan, jumlah pengguna, dan mitra juga berpotensi meningkat,” ujarnya 

Menurutnya, masyarakat sudah melihat layanan agritech sebagai sebuah alat transaksi yang dekat dengan mereka untuk mendapatkan bahan makanan tanpa kontak langsung.

“Terlebih di masa pandemi seperti ini masyarakat lebih memilih kegiatan jual beli minim interaksi langsung. Maka dari itu, sektor pertanian masih lebih baik kinerjanya dibandingkan sektor lainnya. Artinya permintaan masyarakat akan barang pertanian masih tumbuh,” katanya.

Lebih lanjut, Huda melihat peluang kebijakan ini bisa dimanfaatkan pemain agritech untuk mengembangkan layanan penjualan bahan makanan secara daring.

“Terlebih ke daerah perkotaan. Minimal bisa tumbuh lebih dari 10 persen untuk produk pertanian yang dipasarkan melalui daring,” kata Huda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp agritech Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top