Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM, Gojek dan Grab Cuma Andalkan Layanan Pesan Antar Makanan?

Pemain startup ride-hailing seperti Gojek dan Grab diprediksi akan mengandalkan kinerjanya pada layanan jasa pesan antar makanan sejalan dengan penurunan jumlah penumpang saat PPKM.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  20:37 WIB
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan yang diambil pemerintah dalam menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai memberi angin segar bagi startup ride-hailing seperti Gojek dan Grab.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan hal ini berdampak pada pendapatan pengemudi ojek daring yang beralih dari jasa pengantaran penumpang menjadi berfokus untuk layanan pesan antar makanan dan minuman.

“Pendapatan pengemudi ojek daring akan menurun selama PPKM kemungkinan hingga 50 persen. Namun, akan beralih ke layanan pesan antar-makan yang tetap menjadi primadona bagi startup ride-hailing,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (15/1/2021).

Dia melanjutkan, pada 2021 tren ini akan tetap menjadi kebiasaan konsumen secara permanen.

Sekadar informasi, perusahaan ventura di Singapura, Momentum Works mencatatkan total nilai transaksi bruto (GMV) pesan-antar makanan di Asia Tenggara pada 2020 meningkat hingga 183 persen.

Adapun layanan milik Grab, yakni GrabFood mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp83 triliun pada 2020, sedangkan GoFood dari Gojek hanya US$2 miliar atau Rp28 triliun.

Nilai transaksi tertinggi di Indonesia yakni US$3,7 miliar. Disusul oleh Thailand US$2,8 miliar dan Singapura US$2,4 miliar pada 2020.

Dianta melanjutkan para pelaku startup ride-hailing perlu menyeimbangkan harga makanan yang rendah dengan volume dan kepadatan transaksi yang lebih besar. Ini untuk mendorong penetrasi yang lebih baik atas layanan pesan-antar makanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Gojek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top