Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paksa Gelar 5G, Pengamat: Mau Rasa 4G atau 3G?

Implementasi jaringan 5G secara asal-asalkan akan menghasilkan standar kecepatan di bawah standar 5G pada umumnya, bahkan mendekati kecepatan 4G.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  17:09 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi menilai operator seluler bisa saja menggelar 5G dengan infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki.

Hanya saja kecepatan layanan berpeluang berada di bawah standar kecepatan 5G pada umumnya, bahkan mendekati kecepatan 4G.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan untuk menggelar 5G secara optimal dan mendapatkan layanan data berkecepatan tinggi, dibutuhkan pita frekuensi minimal 100 MHz.

Adapun jika operator telekomunikasi tetap berupaya menghadirkan 5G dengan bermodalkan infrastruktur telekomunikasi dan spektrum frekuensi yang dimiliki, menurut Heru, hal tersebut tetap dapat dilakukan dengan kualitas layanan 5G yang sangat rendah, bahkan mendekati 4G.

“Bisa saja kurang dari itu 5G tetap diadopsi tapi tidak maksimal. Istilahnya 5G 5G-an, atau 5G rasa 4G atau bahkan rasa 3G. Sayang teknologinya, tidak perlu migrasi 5G kalau seperti itu,” kata Heru kepada Bisnis, Rabu (13/1).

Heru berpendapat untuk memenuhi kebutuhan spektrum frekuensi operator seluler dapat melakukan kerja sama berbagi spektrum frekuensi.

Regulasi turunan Undang-Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja akan mengatur mengenai kebijakan tersebut.

“Berbagi [spektrum] merupakan cara yang lebih efisien, dan menjawab kebutuhan akan frekuensi karena mungkin kalau dialokasikan untuk semua operator, frekuensi tidak cukup,” kata Heru.

Heru juga mengatakan sebelum pemerintah memutuskan frekuensi untuk 5G dan standar penggelaran 5G seperti apa, maka 5G belum dapat hadir di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top