Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Wajib Sediakan Internet Ngebut di Desa, Pengamat: Itu Wajar

Pengamat menilai kebijakan pemerintah untuk mendorong operator seluler menggelar jaringan 4G di desa yang belum tercakup layanan generasi keempat tersebut adalah wajar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  17:45 WIB
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pemerintah dalam mendorong operator seluler menggelar jaringan 4G di desa-desa yang belum tercakup layanan generasi keempat dinilai sudah tepat.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Yosef M. Edward mengatakan bahwa kebijakan Kemenkominfo yang mewajibkan operator seluler menggelar jaringan 4G di sejumlah desa/keluarahan yang belum tercakup layanan internet cepat sudah tepat.

Dia mengatakan bahwa selama ini izin penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi yang dipegang oleh operator seluler adalah izin gelar jaringan secara nasional. Persyaratan yang diberikan oleh Kemenkominfo sudah sesuai dengan izin yang operator seluler miliki.

“Karena izin mereka berlaku nasional maka pembangunan jaringannya nasional juga. Tidak boleh di sini saja karena menguntungkan, maka izinnya regional kalau mau,” kata Ian kepada Bisnis.com, Jumat (11/12/2020).

Dia mengusulkan selain mendorong operator seluler menggelar jaringan 4G di 3.435 desa yang belum mendapat 4G, pemerintah juga harus menetapkan linimasa pembangunan agar proses pembangunan lebih terukur. Salah satu alasan operator seluler enggan membangun jaringan 4G di desa tersebut disebabkan oleh jumlah penduduk di desa yang sangat sedikit.

Secara ekonomis hal ini kurang menguntungkan bagi operator sebab, nilai investasi yang digelontorkan lebih besar tetapi pendapatan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan daerah perkotaan.

“Operasional mungkin operator juga agak sedikit keberatan namun kan untuk operasional operator bisa menyewa sehingga lebih hemat. Ini kewajiban dipenuhi saja, tetap untung kok,” kata Ian.

Ian memperkirakan tantangan terberat dalam menggelar jaringan di sana adalah ketersediaan bahan baku untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Diperkirakan sejumlah desa yang akan dibangun 4G adalah desa-desa yang belum tersentuh teknologi telekomunikasi sama sekali.

Oleh sebab itu, perlu dibangun menara terlebih dahulu. Untuk membangun menara telekomunikasi berukuran 25 – 50 meter, kata Ian, operator kemungkinan harus merakit menara sendiri dari awal kemudian diangkut dengan menggunakan helikopter atau kapal laut.

“Yang mahal itu belanja modalnya karena tidak ada bahan-bahan untuk buat menara di sana,” kata Ian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi 4g operator seluler
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top