Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Rumor Merger dengan Grab, Ini Kata Bos Gojek

Melalui surat internal kepada karyawannya, Co-CEO Gojek Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi menyanggah rumor merger tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  20:03 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek akhirnya membuka suara soal kabar rencana merger dengan Grab Holdings Ltd.

Melalui surat internal manajemen perusahaan kepada para karyawannya, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi menyanggah kabar rencana merger yang belakangan semakin kencang berembus tersebut

"Dan akan terus [ada yang mengembuskan rumor merger] seperti itu, jadi sebaiknya kita tidak usah menghiraukannya," kata Andre dan Kevin, dalam bocoran surat kepada karyawan Gojek, Jumat (4/12/2020).

Andre dan Kevin memastikan Gojek sekarang berada di posisi kuat, sehingga akan selalu dapat mengambil keputusan terbaik bagi perusahaan yang sejalan dengan misi bersama selama ini.

Apalagi, kata mereka, Gojek memiliki pondasi keuangan yang kokoh dan berada dalam posisi kuat untuk mendukung operasional dan pertumbuhan perusahaan hingga tahun-tahun mendatang.

"Oleh karena itu, kita tidak ada tekanan untuk melakukan kesepakatan yang disebutkan di media," ujar Andre.

Gojek merupakan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dengan keberadaan yang kuat di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara. Gojek didukung oleh investor besar kelas dunia seperti Google, Tencent, Facebook, Paypal, Astra Internasional dan yang terbaru Telkomsel, serta masih banyak yang lainnya.

"Sangat jarang bagi perusahaan yang belum IPO [penawaran saham perdana ke publik] di dunia ini memiliki jajaran investor seperti Gojek," tutur Kevin.

Terlebih, menurut keduanya, Gojek mencetak kinerja bisnis yang luar biasa di tengah tantangan 2020. Hingga saat ini, nilai total nilai transaksi dalam ekosistem Gojek mencapai lebih dari US$12 miliar.

Pada saat yang sama, sejumlah produk Gojek telah mampu mencetak laba operasional. Pencapaian tersebut diklaim membuat fundamental Gojek semakin kuat untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan secara jangka panjang.

Menurut dua pimpinan perusahaan itu, Gojek juga terus mempertahankan kepemimpinan yang solid di Indonesia, sekaligus siap memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara dengan terintegrasinya aplikasi dan merek Gojek.

Selain itu, kondisi finansial yang sangat sehat bisa dicapai karena selama ini Gojek fokus mendorong pertumbuhan melalui kepemimpinan produk dan layanan di pasar.

"Tidak seperti banyak perusahaan lain di sektor yang sama, yang banyak bergantung pada strategi bakar uang," ujar kedua petinggi Gojek ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek Grab Grab dan Gojek Merger

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top