Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asteroid 2020 SO Sapa Bumi Pekan Depan, Tonton Via Streaming

Asteroid bernama 2020 SO pertama kali terlihat mendekati Bumi pada 17 September tahun ini. Meskipun para astronom pada awalnya mengklasifikasikan objek tersebut sebagai batuan luar angkasa kecil atau tidak lebih dari 32 kaki (10m), pengamatan selanjutnya menjadi meragukan. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 November 2020  |  15:16 WIB
Asteroid
Asteroid

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah asteroid yang membuat jengkel para astronom sejak September akan melakukan pendekatan ke Bumi minggu depan, menawarkan kesempatan untuk memecahkan misteri identitasnya. 

Asteroid bernama 2020 SO pertama kali terlihat mendekati Bumi pada 17 September tahun ini. Meskipun para astronom pada awalnya mengklasifikasikan objek tersebut sebagai batuan luar angkasa kecil atau tidak lebih dari 32 kaki (10m), pengamatan selanjutnya menjadi meragukan. 

Objek itu akhirnya terperangkap dalam gravitasi bumi pada 8 November, saat para astronom mengusulkan itu bukan asteroid tetapi pendorong roket dalam misi Surveyor 2 pada 1966.

Surveyor 2 adalah upaya naas NASA untuk mendaratkan instrumen ilmiah di Bulan, hanya tiga tahun sebelum misi bersejarah Apollo 11. Sayangnya, misi tersebut gagal karena koreksi lintasan di tengah jalan menyebabkan pesawat ruang angkasa tersebut menabrak Bulan di dekat kawah Copernicus.

Tetapi analisis terhadap lebih dari 170 pengamatan dalam tiga bulan terakhir telah membuat NASA menentukan SO 2020 mengikuti lintasan yang sama dengan tahap roket Centaur dan akan mengunjungi Bumi minggu depan.

Paul Chodas, Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, mengatakan salah satu jalur yang mungkin untuk 2020 SO membawa objek sangat dekat dengan Bumi dan Bulan pada akhir September 1966. "Itu seperti momen eureka ketika pemeriksaan cepat tanggal peluncuran untuk misi bulan menunjukkan kecocokan dengan misi Surveyor 2," ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Kamis (26/11/2020).

Objek tersebut melayang ke pengaruh gravitasi Bumi pada 8 November, memasuki wilayah yang membentang sekitar 930.000 mil (1,5 juta km) dari planet tersebut. Wilayah luar angkasa ini dikenal sebagai Hill sphere dan 2020 SO akan tetap di sana selama sekitar empat bulan sebelum ditendang kembali ke luar angkasa.

Objek tersebut akan memasuki orbit baru Matahari pada Maret 2021, tetapi sebelumnya menyelesaikan dua putaran besar mengelilingi planet.

Menurut astrofisikawan Gianluca Masi dari Proyek Teleskop Virtual di Italia, 2020 SO akan melakukan pendekatan selama salah satu putaran ini pada 1 Desember. Pada titik terdekatnya, SO 2020 akan datang dalam jarak sekitar 31.000 mil (50.000 km) dari Bumi. Dan kabar baiknya adalah Anda akan dapat menonton flyby yang aman secara langsung secara online, dengan izin dari Teleskop Virtual.

Berikut cara menonton penerbangan dekat asteroid langsung secara online:
Objek 2020 SO akan melakukan penerbangan terdekat di Bumi pada Selasa, 1 Desember. Teleskop Virtual akan melacaknya pada malam tanggal 30 November, mulai pukul 10 malam GMT (5 sore EST, 2pmPDT).

Streaming akan dihosting di YouTube dan di Express.co.uk secara gratis.

"Pada tanggal 1 Desember 2020, objek dekat Bumi 2020 SO akan memiliki pertemuan yang sangat dekat, tetapi aman, dengan kita, datang sekitar 50.000 km dari Bumi, 13 persen dari jarak bulan rata-rata. Kami masih belum tahu apa itu asteroid atau pendorong roket Surveyor 2. Proyek Teleskop Virtual akan menunjukkannya kepada Anda secara langsung," sebut Dr Masi. 
Benda serupa dengan ukuran 2020 SO terkadang terjebak dalam gravitasi bumi dan disebut sebagai minimoon. Minimoon biasanya mengorbit planet ini selama sekitar satu tahun sebelum ditendang kembali ke luar angkasa antarbintang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid streaming
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top