Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puncak Hujan Meteor Leonid Terlihat di Pulau Weh dan Rote, Ada yang Jatuh?

Hujan meteor lenoid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di garis Leo. Hujan meteor ini aktif sejak 20 Oktober sampai dengan 10 Desember dan puncaknya pada 18 November 2020 tengah malam pada titik kulminasi .
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 November 2020  |  09:28 WIB
Ilustrasi / mashable.com
Ilustrasi / mashable.com

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena puncak hujan meteor Leonid terjadi semalam, 18 November 2020. 

Hujan meteor lenoid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di garis Leo. Hujan meteor ini aktif sejak 20 Oktober sampai dengan 10 Desember dan puncaknya pada 18 November 2020 tengah malam pada titik kulminasi .

Hujan meteor leonid berasal dari sisa debu komet 55P/turtle temple yang mengorbit matahari pada periode 33,3 tahun.

Hujan meteor leonid bisa disaksikan mulai pukul 00.30 WIB hingga terbit matahari pukul 05.25 WIB dengan intensitas berkisar 11 meteor per jam (pulau Rote) hingga 14 meteor per jam (pulau Weh) untuk wilayah Indonesia.

Untuk titik ketinggian radian kulmunasi bervariasi mulai 52 derajat di pulau Rote dan 69 derajat di pulau Weh.

Menurut data Pussain Lapan, Meteor Leonid bergerak sangat cepat mencapai sekitar 71 km/s. Akibatnya walau ukuran partikelnya kecil (umumnya di bawah 5 mm), gesekan dengan atmosfer mengakibatkannya terbakar sehingga tampak seperti bintang jatuh. Saat di puncak aktivitasnya, jumlah meteor Leonid yang memasuki atmosfer bumi diperkirakan bisa mencapai 500 per jam.

Pengamatannya paling cocok dilakukan setelah tengah malam karena ketika itu kita berada pada sisi bumi yang menghadap ke arah datangnya meteor.

Tidak semua lokasi di permukaan bumi cocok untuk pengamatan hujan meteor. Untuk tahun ini, pada umumnya wilayah Asia cocok untuk pengamatan karena puncak aktivitas hujan terjadi setelah tengah malam di wilayah tersebut.

Untuk lokasi Bandung, pada tanggal 18 Nopember, rasi Leo telah terbit sekitar pukul 01:00 WIB di arah timur agak ke utara (lihat gambar berikut). Meteor-meteor akan tampak berasal dari radian ke segala arah. Arahkan pandangan agak jauh dari radian untuk memperoleh penampakan ukuran meteor yang terpanjang.

Pengamatan dapat dilakukan hingga menjelang pagi hari (sebelum langit terlalu terang akibat cahaya matahari yang terbit pada pukul 05.22 WIB). Bulan yang berada pada kondisi bulan baru (sehingga cahayanya tidak mengganggu) sangat mendukung diperolehnya langit yang betul-betul gelap. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor lapan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top