Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Heboh Pria Asal Sumut Jual Meteorit Rp25 Miliar, Jenis Batu Meteor Apa?

Joshua mengatakan benda langit itu jatuh pada 4 Agustus 2020, dengan berat 2,2 kilogram menghantam beranda di tepi ruang tamunya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 November 2020  |  12:04 WIB
Ilustrasi / mashable.com
Ilustrasi / mashable.com

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang Pria asal Sumatra Utara bernama Joshua Hutagalung dikabarkan telah menjual batu meteor seharga Rp25 miliar pada ahli meteor asal AS bernama Jared Collins.

Joshua mengatakan benda langit itu jatuh pada 4 Agustus 2020, dengan berat 2,2 kilogram menghantam beranda di tepi ruang tamunya.

Lantas, darimana asalnya batu meteorit temuan Joshua itu? 

Pada Agustus 2020 ini, memang terjadi fenomena hujan meteor perseid. Fenomena ini terjadi sejak 17 Juli 2020 hingga puncaknya pada 12 Agustus 2020 lalu.

Jika dikaitkan dengan klaim temuan Joshua pada 4 Agustus 2020, maka bisa jadi ini merupakan bagian dari meteor perseid tadi.

Dilansir dari Earthsky, Hujan meteor perseid adalah hujan meteor tahunan yang mudah terlihat dari seluruh bumi belahan utara, yang terjadi setiap bulan pada Agustus. Momen ini juga pada akhirnya  ketika wisatawan melakukan perjalanan berkemah.

Seperti kebanyakan hujan meteor, Perseid disebabkan oleh komet. Debu dan puing-puing yang mereka tumpahkan saat melintasi tata surya bagian dalam dan melintasi jalur orbit Bumi mengelilingi Matahari, inilah yang disebut meteoroid.

Saat fenomena ini terjadi, sekitar puluhan hingga ratusan bintang jatuh di langit malam, sekitar pada tengah malam. Bahkan, pada puncaknya, ada 100 meteor melintas. 

Perseid adalah komet 109P atau Swift-Tuttle, yang terakhir memasuki Tata Surya pada 1992 dan akan jatuh tempo pada Juli 2126 lalu pada tahun 2261.

Bisakah Komet Swift-Tuttle menghantam Bumi? Pertama kali ditemukan pada 1862, Swift-Tuttle adalah objek tata surya terbesar yang berulang kali melintas di dekat Bumi. Nukleusnya berdiameter 16 mil atau 26 kilometer, yang jauh lebih besar dari asteroid pembunuh dinosaurus yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu.

Kendati demikian, para astronom menyatakan bahwa benda luar angkasa itu tidak akan menyerang atau menghantam Bumi dalam beberapa ribu tahun mendatang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor Komet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top