Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indahnya Gerhana Matahari Cincin Raksasa di Saturnus

Ada satu titik hitam tepat di atas pusat cincin Saturnus. Titik ini adalah bayangan bulan Saturnus, Enceladus, selama gerhana matahari.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 November 2020  |  10:11 WIB
Gerhana matahari cincin raksasa di Saturnus. - ilustrasi
Gerhana matahari cincin raksasa di Saturnus. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Teleskop luar angkasa Hubble menangkap gerhana matahari yang terlihat di puncak awan Saturnus. Gambar indah itu dibagikan NASA dalam seri Hubble Classic.

Pada 30 September 1996, teleskop Hubble yang ikonik milik badan antariksa tersebut mengalihkan perhatiannya ke Saturnus. Hubble mengambil serangkaian gambar hitam-putih, oranye, dan biru, hijau, dan merah untuk membuat potret nyata dari planet bercincin ini.

Spesialis pemrosesan gambar NASA kemudian mengerjakan gambar tersebut untuk menghasilkan gambar yang tajam dengan corak halus kuning, coklat, dan abu-abu.

Pengamatan lebih dekat pada gambar mengungkapkan satu titik hitam tepat di atas pusat cincin Saturnus. Titik ini adalah bayangan bulan Saturnus, Enceladus, selama gerhana matahari.

Enceladus adalah bulan terbesar keenam di planet ini tetapi hanya berukuran sekitar 310 mil (500 km). Sebagai perbandingan, Bulan milik Bumi memiliki diameter lebih dari 2.100 mil (3.400 km), menjadikannya yang terbesar kelima di sistem tata surya.

"Awan ketinggian Saturnus terbuat dari es amonia yang tidak berwarna. Di atas awan ini adalah lapisan kabut atau kabut asap, yang dihasilkan saat sinar ultraviolet dari Matahari menyinari gas metana. Kabut asap berkontribusi pada variasi warna halus planet ini. Salah satu bulan Saturnus, Enceladus, terlihat membentuk bayangan di planet raksasa saat melewati tepat di atas sistem cincin," tulis NASA seperti dikutip dari Express UK, Jumat (6/11/2020).

Saturnus telah dijuluki Permata Tata Surya. Ini adalah planet terbesar kedua di sistem tata surya dan memiliki serangkaian cincin konsentris yang indah. Menurut badan antariksa AS NASA, nama planet ini berasal dari dewa Pertanian Romawi.

Tapi ini adalah nama yang agak tidak pas karena Saturnus tidak memiliki permukaan yang kokoh untuk diucapkan. Sebaliknya, itu adalah massa gas dan cairan yang berputar-putar jauh ke dalam.

Planet ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium dan kemungkinan besar memiliki inti besi dan nikel padat yang dikelilingi oleh lapisan material berbatu. "Sulit untuk membayangkan, tetapi Saturnus adalah satu-satunya planet di tata surya kita yang kepadatan rata-rata lebih kecil dari air. Raksasa gas bisa mengapung di bak mandi jika benda kolosal itu ada," tutur NASA.

Pemandangan serupa dapat dilihat di Jupiter dalam gambar NASA di sini. Piringan datar yang mengelilingi planet ini terbuat dari cincin Saturnus yang terkenal.

Cincin tersebut dianggap sebagai potongan es dan batuan dari bulan atau asteroid yang terkoyak oleh gravitasi planet. Cincin itu memanjang hingga 175.000 mil (282.000 mil dari planet ini, namun, mereka biasanya mencapai ketinggian sekitar 30 kaki atau 10 m).

"Cincin-cincin itu sebagian besar akan terlihat putih jika Anda melihatnya dari puncak awan Saturnus, dan yang menarik, setiap cincin mengorbit dengan kecepatan berbeda mengelilingi planet," sebut NASA.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintang bulan planet
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top