Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astronom Klaim Temukan Kembaran Bulan di Balik Planet Mars

Anomali astronomi tersebut diketahui telah terbentuk miliaran tahun yang lalu pada masa-masa awal tata surya. Astronom dari Armagh Observatory and Planetarium (AOP) di Irlandia Utara
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 04 November 2020  |  17:20 WIB
Kembaran bulan
Kembaran bulan

Bisnis.com, JAKARTA – Astronomer di Inggris telah menemukan asteroid yang menyerupai Bulan bersembunyi di belakang Mars, dan meyakini bahwa asteroid itu bisa menjadi pendamping yang telah lama hilang dari satu-satunya satelit alami yang kita miliki yaitu bulan.

Anomali astronomi tersebut diketahui telah terbentuk miliaran tahun yang lalu pada masa-masa awal tata surya. Astronom dari Armagh Observatory and Planetarium (AOP) di Irlandia Utara telah melacak objek tersebut masuk kedalam suatu kelompok yang disebut asteroid Trojan yang berbagi orbit dengan Mars. Trojan adalah semua benda luar angkasa yang kebetulan berbagi orbit Matahari dengan planet atau bulan.

Dan asteroid Trojan, secara khusus, sangat menarik bagi para ilmuwan karena mereka merupakan bahan sisa dari waktu pembentukan planet.

Badan antariksa AS yaitu NASA, misalnya, telah memberi julukan asteroid tersebut sebagai "kapsul waktu dari kelahiran tata surya kita" karena mereka dapat menawarkan informasi tentang bagaimana planet dilahirkan.

Mayoritas Trojan di sistem kita ditemukan di dua awan yang mengorbit Matahari bersama dengan Jupiter. Tetapi para astronom Inggris tertarik untuk mempelajari apakah ada Trojan yang mengorbit Bumi.

Yang sangat mengejutkan, mereka menemukan (101429) 1998 VF31 yaitu asteroid yang secara samar-samar sama dengan Bulan dan bukan benda kecil lainnya di dekat Mars.

Dengan kata lain, komposisi permukaan asteroid ternyata memantulkan cahaya dengan cara yang lebih menyerupai Bulan daripada asteroid atau objek lainnya.

Dr Galin Borisov dari AOP, yang mengambil bagian dalam analisis spektral tersebut, mengatakan banyak spektrum yang kami miliki untuk asteroid tersebut tidak jauh berbeda dari Bulan tetapi ketika Anda melihat lebih dekat terdapat perbedaan penting, misalnya, perbedaan pada bentuk dan kedalaman dari luasnya absorpsi spektral pada panjang gelombang satu dan dua mikron.

Namun, spektrum asteroid khusus ini tampaknya hampir menyerupai seperti bagian pada Bulan di mana terdapat batuan dasar yang terbuka seperti interior kawah dan pegunungan.

Penemuan itu dilakukan dengan menggunakan European Southern Observatory’s (ESO) Very Large Telescope (VLT) di Gurun Atacama, Chili. Penelitian ini didukung oleh Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi Inggris (STFC) dan telah dipresentasikan dalam jurnal Icarus.

Dan meskipun asal muasal dari asteroid tersebut yang menyerupai dengan Bulan tetap menjadi misteri, astronom AOP telah mengajukan beberapa teori.

Menurut penulis utama Dr Apostolos Christous, asteroid tersebut mungkin terlihat seperti Bulan karena asalnya dari Bulan.

"Tata surya pada awalnya sangat berbeda dari tempat yang kita lihat sekarang. Ruang antara planet yang baru terbentuk itu penuh dengan puing-puing dan tabrakan adalah hal yang biasa. Asteroid besar yang dimana kami menyebutnya sebagai planetesimal telah menghantam Bulan dan planet lain. Pecahan dari tabrakan semacam itu bisa saja mencapai orbit Mars saat planet itu masih terbentuk dan terperangkap di awan Trojan-nya," ujarnya.

Teori kedua, tetapi, menunjukkan bahwa asteroid itu berasal dari Planet Merah itu sendiri. Sama seperti Bumi dan Bulan, Mars dibombardir dengan batuan luar angkasa dan puing-puing di masa-masa awal tata surya.

Tabrakan besar mungkin sebabkan dikirimkannya bongkahan batu seperti bulan ke orbit planet. Salah satu dampak tersebut diyakini telah menciptakan Bulan kita miliaran tahun yang lalu.

Dalam skenario ini, sebuah objek yang dijuluki sebagai Theia mungkin telah menabrak planet kita, dan mengirimkan awan berisikan puing-puing ke luar angkasa. Puing-puing itu kemudian menyatu dan membentuk Bulan seperti yang kita kenal sekarang.

Terdapat juga teori serupa dimana menunjukkan dua objek yang lima kali lebih besar dari Mars bertabrakan dan menciptakan hal tersebut dalam proses, baik di Bulan maupun di Bumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulan planet mars
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top