Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Layanan Keuangan Digital, Berlomba Tingkatkan Experience

Persaingan penyedia layanan keuangan digital akan terus berkembang seiring dengan kinerja pertumbuhan yang diprediksi terus meningkat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  16:46 WIB
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Laju layanan keuangan berbasis digital diyakini bakal melesat pada tahun depan. Para pelaku usaha di sektor keuangan digital pun berlomba memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

Direktur Marketing PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) Edward Kilian Suwignyo mengatakan perseroan akan terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan dalam menggunakan layanan LinkAja. LinkAja akan terus membangun ekosistem keungan digital bekerja sama dengan berbagai perusahaan dari berbagai sektor.

“Penting untuk dapat memastikan user experience agar semua orang yang menjadi pengguna baru pembayaran digital ini puas dan mengubah kebiasaannya untuk cashless secara permanen,” kata Edward kepada Bisnis.com, Kamis (22/10/2020).

Dari sisi layanan transportasi publik, saat ini LinkAja telah bekerja sama dengan dengan PT Kereta Commuter Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, dan lain sebagainya. LinkAja juga menjalin kerja sama dengan perusahaan rintisan besar seperti Gojek, Grab, Blibli, Tokopedia, Bukalapak dan beberapa perusahaan rintisan lainnya. LinkiAja akan terus membuka kolaborasi dengan perusahaan lainnya.

Edward mengatakan tren perkembangan pembayaran berbasis mobile di Indonesia makin positif setiap tahunnya. Merujuk riset yang dilakukan MDI Ventures dan Mandiri Sekuritas, diperkirakan jumlah transaksi mobile payment sebesar US$16,4 miliar pada 2019.

Angka itu setara dengan 2 persen dari gross domestic bruto (GDP) Indonesia sebesar US$888,6 miliar. Adapun, potensi pasar ini akan melonjak menjadi US$30 miliar atau setara Rp459 triliun pada 2020.

Selain itu, berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 8,39 persen.

Senada, CEO & Co-Founder Dana, Vince Iswara mengatakan pandemi Covid-19 telah mendorong masyarakat bertransaksi secara digital. Masyarakat juga makin percaya bahwa transaksi digital tidak kalah aman dan nyaman dari pembayaran konvensional.

“Dana optimistis melihat perkembangan pembayaran berbasis digital pada 2021. Melihat kondisi saat ini yang terbukti mengakselerasi transaksi digital, dapat dipastikan pula pertumbuhan yang sama akan tetap berlangsung di tahun mendatang,” kata Vince.

Dana mencatat selama pandemi Covid-19 total transaksi di Dana meningkat tajam, dengan perincian 98 persen di antaranya merupakan transaksi online dan 2 persen lainnya merupakan transaksi offline dengan menggunakan QR Code. Di samping itu, sejumlah fitur Dana seperti Fitur Bayar Tagihan dan Kirim Uang menjadi fitur yang paling sering digunakan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp fintech
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top