Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Aturan Blokir Medsos, Pengamat Telekomunikasi Buka Suara

Pengamat telekomunikasi menilai Kemenkominfo harus bijak dalam menerapkan detil soal peraturan menteri yang dijadikan payung hukum upaya blokir medsos.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  12:20 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta berlaku bijak dalam menyusun regulasi mengenai blokir media sosial. Semangatnya harus untuk mendidik, bukan untuk menekan rakyat.

Ketua Bidang Infrastruktur Broadband Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Nonot Harsono mengatakan bahwa peraturan mengenai pemblokiran media sosial harus disusun dengan jelas. Kehadiran regulasi tersebut nantinya untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan media sosial, bukan untuk mengekang masyarakat.

“Blokir itu harus menjadi program edukasi. Jangan menjadi program represif untuk membunuh rakyat sendiri. Bukan untuk gebuk rakyat sendiri,” kata Nonot kepada Bisnis.com, Selasa (20/10/2020).

Dia menambahkan parameter dalam pemblokiran media sosial harus transparan. Pemerintah harus menjelaskan secara perinci mengenai hal-hal yang tidak diperbolehkan.

Kemudian untuk memudahkan proses pemblokiran, kata Nonot, pemerintah juga harus menjalin kerja sama dengan platform media sosial. Pasalnya, setiap platform memiliki kebijakan uang berbeda-beda.

“Kalau pemilik platformnya memiliki kebijakan dalam berekspresi, maka tidak bisa bekerja sama dengan pemerintah,” kata Nonot.

Dengan terjalin kerja sama, maka blokir dapat berdasarkan permintaan dari pemerintah atau masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Kemenkominfo akan mengeluarkan peraturan menteri mengenai pemblokiran media sosial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi kominfo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top