Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Blokir Medsos, Kemenkominfo Pilih Patroli Siber

Kemenkominfo akan melakukan patroli siber bersama dengan berbagai platform media sosial untuk menekan penyebaran hoaks di masyarakat.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  11:38 WIB
Hoaks - Antara
Hoaks - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjawab isu soal rencana blokir media sosial (medsos) yang akan dilakukan usai merebaknya konten hoaks di masyarakat.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam melawan derasnya arus infodemi, pihaknya melakukan inisiatif berfokus pada yakni level hulu, tengah, dan hilir.

Dia menuturkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memunculkan istilah infodemi yang menggambarkan persebaran hoaks berkaitan dengan pandemi Covid-19. Infodemi itu telah menjadi masalah baru bagi dunia internasional, selain pandemi Covid-19 itu sendiri.

Di level tengah dan hilir, Kementerian Kominfo lebih berfokus pada terbentuknya kerja sama yang komprehensif antaraktor yang krusial dalam penanganan persebaran hoaks di tengah pandemi.

“Kominfo telah bermitra dengan berbagai platform media sosial yang beroperasi di Indonesia untuk bersama-sama melakukan patroli siber terhadap konten-konten bermuatan hoaks,” kata Semuel dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (20/10/2020).

Dia menambahkan di level hilir, jika informasi tersebut benar-benar meresahkan masyarakat maka aparat penegak hukum yang langsung menindak. Instansi terkait akan diberikan kemudahan untuk melakukan klarifikasi supaya informasi tersebut tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

Kemenkominfo menyebutkan hingga Oktober 2020 terdapat 2.020 konten hoaks yang beredar di masyarakat melalui media sosial. Hoaks tersebut dengan temuan jumlah kategori sebanyak 1.197 topik. Dari 2.020 hoaks tersebut, Kominfo sudah melakukan take-down sekitar 1.759 konten.

"Kami telah melakukan beberapa inisiatif kunci yang telah terbukti efektif untuk mengurangi jumlah persebaran hoaks terkait Covid-19. Hingga hari ini telah diidentifikasi 2.020 konten hoaks yang beredar di media sosial," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi kominfo
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top