Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandi: Tak Semua Modus Cybersquatting untuk Kriminal

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengungkapkan tindakan cybersquatting bisa digunakan untuk mengambil manfaat ekonomis dari nama yang telah dikenal sebelumnya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  20:32 WIB
Ilustrasi antisipasi serangan ciber - ilustrasi/aljazeera.com
Ilustrasi antisipasi serangan ciber - ilustrasi/aljazeera.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menilai penyerobotan nama domain (cybersquatting) tidak selalu memberikan dampak buruk bagi masyarakat.

Public and Government Relations Pandi Bernhart Farras mengatakan bahwa di luar negeri, praktek cybersquatting ini bisa dibilang cukup lumrah, karena tidak sedikit pengusaha yang melihat celah untuk mengambil manfaat ekonomis dari nama yang telah dikenal sebelumnya.

“Bahkan, praktek ini kemudian berkembang menjadi satu komoditi yang kemudian dikenal dengan broker nama domain,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (15/10/2020).

Namun, dia mengamini bahwa ada beberapa hacker yang melakukan pendaftaran nama domain dengan tujuan untuk mengelabuhi pengguna dan berisiko terjadi phishing serta penyebaran malware.

“Biasanya cybersquatting jenis ini memilih nama domain yang memiliki kemiripan atau identik dengan nama yang berasosiasi dengan pihak lain. Contohnya klik bca,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa perlu diketahui bahwa tidak seluruh kegiatan cybersquatting ditujukan untuk mengelabui pengguna karena ada yang hanya melakukan pemarkiran nama domain saja.

“Harus dibedakan cybersquatting yang hanya memarkirkan dan cybersquatting dengan phishing yang bertujuan untuk menaruh phishing serta malware. Bahkan tanpa cybersquatting sebenarnya masih bisa melakukan phishing dan malware. Jadi kerentanan utama bukan di nama domain,” katanya.

Dia mengatakan walaupun memang intensitas cybersquatting didominasi oleh .com bukan .id, tetapi risiko cybersquatting dengan domain global dan Indonesia itu sama saja.

Dia mengatakan bahwa Pandi telah menyediakan layanan untuk memperkecil potensi penyalahgunaan nama domain melalui Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). PPND juga dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui ppnd.pandi.id.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top