Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Menyaksikan Oposisi Planet Mars Pekan Ini

Oktober tahun ini adalah bulan yang sempurna bagi para pengamat bintang amatir yang berharap untuk dapat mempelajari astronomi secara lebih dalam.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  20:51 WIB
Planet Mars - telegraph.co.uk
Planet Mars - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan ini kita akan melihat fenomena bumi dalam garis langsung di antara Planet Merah Mars dan Matahari. Fenomena ini disebut oposisi mars.

Saat fenomena itu terjadi, mars akan terlihat lebih besar dan lebih terang, ketika planet ini perlahan sejajar dengan Matahari, menuju garis oposisi pada dengan bumi.

Apa Itu Oposisi Mars?

Setiap 26 bulan atau lebih, Planet Merah Mars dan Bumi akan sejajar di garis yang sama dari Matahari. Dalam dunia astronomi, kesejajaran ini dikenal sebagai oposisi dimana Matahari, Bumi, dan Mars membentuk garis lurus.

Badan antariksa AS NASA mengatakan: dari sudut pandang kami tentang planet bumi yang berputar, Mars terbit di timur seperti Matahari terbenam di barat. Kemudian, setelah berada di langit sepanjang malam, Mars terbenam di barat tepat saat Matahari terbit di timur.

"Karena Mars dan Matahari muncul di sisi langit yang berlawanan, kami mengatakan bahwa Mars berada dalam 'oposisi'," ujar penjelasan NASA dilansir dari Express.

Kapan Mars Berada Dalam Garis Oposisi pada Tahun Ini?

Para astronom memperkirakan oposisi akan terjadi tahun ini pada hari Selasa, 13 Oktober waktu AS atau 14 Oktober WIB.

Setiap 15 hingga 17 tahun, oposisi Mars jatuh pada beberapa pekan setelah orbit terdekat Planet Merah ke Matahari yaitu titik “perihelion” dimana merupakan titik orbit benda angkasa entah itu planet atau komet, yang paling dekat dari Matahari.

Tahun ini, fenomena oposisi tersebut jatuh pada satu minggu setelah orbit terdekat Mars dari planet kita. Pada 6 Oktober, dimana Mars berada dalam jarak 38.568.243 mil (62.069.570 km) dari Bumi yang menjadikannya pendekatan terdekatnya yang akan terjadi kembali di tahun 2035. Tapi oposisi Mars dapat terjadi di titik mana pun di orbit planet.

NASA mengatakan ketika itu terjadi saat Planet Merah paling dekat dengan Matahari yang disebut 'oposisi perihelik' dimana Mars akan sangat dekat dengan Bumi.

Jika Bumi dan Mars sama-sama memiliki orbit yang sangat stabil, maka setiap oposisi perihelik akan membawa kedua planet sedekat mungkin. 

NASA menambahkan, dengan semua faktor tambahan ini, beberapa pertentangan perihelik membawa kita lebih dekat daripada sebelumnya.

Oposisi Mars pada tahun 2003 adalah pendekatan terdekat Mars dalam 60.000 tahun terakhir dan akan terjadi lagi pada 28 Agustus 2287.

Bagaimana cara melihat fenomena oposisi mars pada minggu ini?

Fenomena oposisi akan terjadi sekitar pukul 11.20 GMT atau 18:20 WIB pada Selasa minggu ini. Tapi kabar baiknya adalah Anda bisa melihat Mars lebih awal dari itu. Tetap waspada untuk wilayah di ufuk timur setelah matahari terbenam dan Anda akan melihat bintang yang sangat terang di langit. Bintang ini sebenarnya adalah Mars, yang jaraknya sekitar 40 juta mil (64 juta km) dari Bumi.

Lance D. Davis dari NASA mengatakan ketika anda mengamati Mars di sekitar garis oposisi, teleskop akan menunjukkan lebih banyak detail planet, seperti daerah gelap dan terang di permukaan Mars, dan lapisan es kutub selatan yang menonjol, yang akan miring ke arah bumi. Akibat turbulensi atmosfer kita, tetapi detail ini sulit dilihat, terutama di teleskop yang lebih kecil.

"Hal yang paling mencolok tentang penampilan Mars baik dilihat dengan mata telanjang atau melalui teleskop adalah warna merahnya. Warna ini disebabkan oleh kandungan besi pada bebatuan di permukaan Mars, hal yang sama yang menyebabkan warna merah pada formasi batu pasir di barat daya AS," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gerhana Matahari retno l.p. marsudi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top