Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahli Sebut Ada Pangkalan Alien Seluas 62 Mil di Saturnus

Menurut Waring, citra Google Maps yang muncul minggu ini konon menunjukkan sebuah pangkalan UFO. Foto berpiksel berkualitas rendah menunjukkan bintik mencurigakan di bulan Saturnus, Mimas
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 15 September 2020  |  15:16 WIB
Tampilan seolah pangkalan Alien di Saturnus
Tampilan seolah pangkalan Alien di Saturnus

Bisnis.com, JAKARTA - Para penggemar UFO sedang menganalisis klaim aneh terbaru yang dibuat oleh Scott Waring. Ahli teori konspirasi kehidupan alien itu menyebut menemukan pangkalan alien di bulan Saturnus.

Menurut Waring, citra Google Maps yang muncul minggu ini konon menunjukkan sebuah pangkalan UFO. Foto berpiksel berkualitas rendah menunjukkan bintik mencurigakan di bulan Saturnus, Mimas.

“Saya juga melihat ada pesawat luar angkasa segitiga hitam besar duduk sangat dekat dengan bangunan. Saya menambahkan beberapa warna pada tangkapan layar untuk membantu mata Anda fokus. Memang butuh sedikit latihan untuk membiasakan mata Anda dengan detail seperti itu," ujar Waring seperti dilansir dari Express UK, Selasa (15/9/2020). 

Dia menyebut berdasarkan peta Google, pangkalan itu lebarnya lebih dari 100 km (62 mil). "Dan pesawat ruang angkasa segitiga hitam itu juga berdiameter 100 kilometer," imbuhnya.

Lebih lanjut Waring mengatakan mungkin orang aram tidak akan percaya dengan klaimnya tersebut, termasuk meragukan alien dapat membangun pangkalan seluas itu. 

“Tapi Anda harus mengerti, manusia berpikir bahwa 100 tahun adalah seumur hidup. Untuk alien, mereka memiliki waktu tidak terbatas, mereka hidup selamanya kecuali jika mereka mengalami kecelakaan," tuturnya.

Lagi pula kata Waring alien dapat memerintahkan robot untuk membangun kapal dan strukturnya dan itu mungkin memakan waktu 100 tahun, 1.000 tahun atau 10.000 tahun. "Tetapi itu akan selesai. Untuk alien, hanya sedikit waktu yang telah berlalu, tetapi bagi kita, generasi atau aeon telah berlalu," tegasnya.

Atas klaim Waring, lagi-lagi NASA menyebut itu hanyalah fenomena yang disebut pareidolia. Pareidolia menipu otak seseorang untuk melihat benda atau bentuk yang sudah dikenal, padahal sebenarnya tidak ada.

"Pareidolia adalah fenomena psikologis di mana orang melihat bentuk yang dapat dikenali di awan, formasi batuan, atau objek atau data yang tidak terkait. Ada banyak contoh fenomena ini di Bumi dan di luar angkasa," tukas badan antariksa Amerika Serikat itu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa ufo elektronk alien
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top