Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beda Pemancar, Media Digital Bukan Termasuk Produk Penyiaran

Media digital seperti YouTube, Instragram, Facebook dan lain sebagainya bukan termasuk produk penyiaran seperti siaran televisi karena perbedaan sistem pemancar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  14:04 WIB
Ilustrasi YouTube. - Bloomberg/Chris Ratcliffe
Ilustrasi YouTube. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Siaran melalui kanal digital tidak bisa dikategorikan sebagai produk penyiaran akibat perbedaan sistem pemancar.

Ketua Umum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) Eris Munandar mengatakan bahwa siaran televisi merupakan sebuah siaran yang menggunakan spektrum sedangkan media baru seperti YouTube, Instragram, Facebook dan lain sebagainya menggunakan data atau internet. Keduanya memiliki hasil yang sama yaitu konten siaran, namun dari sisi pemancar siaran tersebut berbeda.

Dari sisi karakteristik, keduanya juga berbeda. Siaran konvesional memiliki karakteristik satu siaran disalurkan ke banyak orang dalam satu waktu, sedangkan siaran digital yaitu, satu siaran disiarkan ke banyak orang dengan waktu berbasis permintaan penonton.

“Media-media baru tidak dianggap sebagai produk penyiaran kecuali kalau kita sepakat berdikusi bahwa penyiaran internet ini sebagai ranah penyiaran. Tapi itukan butuh diskusi yang panjang,” kata Eris dalam acara Webinar Live Streaming di Medsos Sah atau Tidak, Jumat (29/8/2020).

Dia juga berpendapat bahwa permasalahan mengenai penyiaran digital tidak perlu masuk ke dalam RUU Omnibus law mengingat RUU masih dalam tahap pembahasan dan diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.

Menurutnya pemerintah perlu mengeluarkan UU baru yang mengatur mengenai kegitaran penyiaran digital, seperti UU konvergensi media

Ketua Orgarnisasi dan Keanggotaan APJII, Handoyo Taher mengatakan bahwa UU konvergensi yang menggambungkan antara telekomunikasi dengan penyiaran sempat dibahas oleh pemerintah.

Namun seperti mati suri, pembahasan peraturan tersebut hilang sampai sekarang. Adapun bagi APJII kehadiran regulasi tersebut tidak terlalu penting.

“Bagi kami penyiaran bukanlah domain kami jadi akan susah berkomentar. Namun hari ini kalau kami lihat antara telekomunikasi, penyiaran dan perdagangan itu sudah tidak ada batasnya lagi,” kata Handoyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi acara televisi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top