Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Subsidi Kuota Data Operator Seluler Diharapkan Seragam

Permintaan penyeragaman harga subsidi kuouta data ini merujuk pada program subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen untuk mendukung program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  20:40 WIB
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Feny Selly
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan menyamakan harga subsidi kuota data kepada masing-masing operator.

Permintaan penyeragaman harga subsidi kuouta data ini merujuk pada program subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen untuk mendukung program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah berpendapat bahwa operator seluler beserta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan komunikasi membahas mengenai subsidi kuota internet untuk PJJ.

Dia menuturkan hingga saat ini belum ditemukan skema yang tepat untuk kerja sama antara operator seluler dengan Kemendikbud dalam penyaluran subsidi kuota internet.

“Sekarang sedang diatur skemanya,” kata Danny kepada Bisnis, Jumat (28/8/2020).

Mengenai skema subsidi, Danny mengusulkan, agar subsidi tidak diberikan berdasarkan cakupan operator seluler karena setiap siswa, guru, mahasiswa dan dosen, memiliki kartu subscriber identification module (SIM) yang berbeda-beda.

Kebijakan tersebut akan membuat mereka untuk mengganti kartu SIM dan mengeluarkan biaya tambahan.

“Murid dan guru sudah memakai kartu apa dan subsidi langsung diberikan kepada kartu yang digunakan oleh operator tersebut. Itu yang paling adil,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengusulkan agara masing-masing operator mendapat harga per gigabyte (GB) yang sama. Saat ini setiap operator memasang tarif data per GB yang berbeda-beda.

Dalam subsidi ini, Danny berharap, agar harga data yang ditetapkan Kemendikbud kepada operator seluler menjadi seragam.

“Jadi misalnya siswa itu pakai operator A, B, C atau D, harga per GB yang diberikan Kemendikbud ke operator tetap Rp50.000,-untuk 35 GB,” kata Danny.

Sementara itu, SVP-Head Corporate Communications PT Indosat Tbk.,Turina Farouk mengatakan bahwa Indosat Ooredoo mendukung setiap langkah yang diambil  pemerintah untuk penerapan  program PJJ.

Indosat Ooredoo sejak awal pandemi telah menghadirkan beberapa program yang masih berlangsung hingga saat ini dan masih terus mengembangkan beberapa program lainnya untuk  mendukung PJJ.

 “Kami juga mendukung program Bantuan Data Internet Agar Seru Belajar Daring (Biar Rajin), yang menyediakan paket data internet gratis untuk 15.609 siswa SD dan SMP di kota Mojokerto,” ujarnya.

Senada, Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan bahwa XL Axiata mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat termasuk khususnya siswa dan guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh melalui penyedian kuota gratis.

Saat ini, kata Ayu, XL telah memiliki nota kesepahaman dengan Dikti untuk menyediakan paket khusus edukasi bagi pelajar dan tenaga pengajar.

“Semua paket ini sudah mulai kami distribusikan gratis ke beberapa sekolah-sekolah termasuk dengan paketnya. Paket yang disediakan juga disesuaikan dengan kebutuhan pelajar dan pengajar,” kata Ayu.

Adapun, PT Telekomunikasi Selular terus menggenjot pembangunan jaringan guna mendukung proses (PJJ).

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan bahwa perseroan terus memperluas cakupan jaringan yang mereka miliki. Telkomsel tetap berkomitmen untuk melanjutkan target penambahan infrastruktur 25.000 unit BTS 4G LTE hingga akhir tahun ini.

Tidak hanya itu, Telkomsel juga melakukan penyesuaian kapasitas jaringan selama masa pandemi dengan memfokuskan penguatan jaringan area residensial.

Hingga kuartal III/2020, lebih dari 21.000 BTS 4G LTE baru sudah beroperasi dan siap melayani kebutuhan aktivitas digital masyarakat di seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet Pembelajaran Jarak Jauh
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top