Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PJJ Butuh Dukungan Jaringan Merata, Ini Faktanya

Merujuk pada laporan Opensignal pada July 2020 lalu, PT Telekomunikasi selular menempati urutan pertama sebagai operator dengan cakupan 4G terluas di Tanah Air.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  16:07 WIB
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberian kuota internet oleh Kemendikbud kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen diharapkan tepat sasaran dengan mempertimbangkan cakupan layanan operator seluler.   

Pengamat Telekomunikasi Ridwan Effendi mengatakan bahwa pemberian kuota gratis bagi murid, guru dan dosen yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) belum cukup untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan dalam penggelaran PJJ.

Menurutnya terdapat sejumlah masalah lagi yang harus diselesaikan seperti kepemilikan gawai dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata. Oleh sebab itu, Kemedikbud perlu mempertimbangkan cakupan jaringan operator seluler dan kualitasnya.

Ridwan menuturkan seharusnya Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki laporan mengenai sebaran jaringan per operator, namun karena Kemenkominfo tidak terbuka. Sebagai referensi kualitas sinyal dia merujuk pada laporan Opensignal.

Merujuk pada laporan Opensignal pada July 2020 lalu, PT Telekomunikasi selular menempati urutan pertama sebagai operator dengan cakupan 4G terluas di Tanah Air. Pada Skala 0 -10, Telkomsel mengantongi nilai 8,1.

Opensignal menyebutkan dengan skor yang dikantongi tersebut berarti masyarakat dapat menemukan sinyal 4G Telkomsel di lebih banyak lokasi dibandingkan dengan pengguna operator lainnya.   

Adapun urutan XL Axiata dan Indosat masing-masing memiliki skor 6,0 dan 5,8. Lalu, Smartfren dan Tri tertinggal jauh dengan skor keduanya yang masih berada di bawah 5 poin.

Masih dalam laporan yang sama, cakupan luas jaringan Telkomsel ternyata juga diimbangi oleh pengalaman menonton video streaming dengan kategori baik. Telkomsel mengantongi skor 62.9 (dari 100).  

Sementara itu, XL, Indosat dan Tri memiliki skor 54.4, 53.1, dan 52.8. Laporan Opensignak menobatkan Smartfren sebagai operator ddengan kualitas tonton video streaming terburuk dengan skor 34.4.

“Kan tidak mungkin membeli kuota dari operator yang tidak mempunyai cakupan,” kata Ridwan kepada Bisnis, Jumat (28/8).

Ridwan mengakui seharusnya PJJ menggunakan jaringan internet tetap, bukan wireless. Sebab, kualitas internet tetap lebih stabil dibandingkan wireless.

Untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah, kecepatan internet yang dibutuhkan sekitar 1,5 Mbps, untuk menjamin video belajar-mengajar berjalan dengan mulus tanpa hambatan.

Sayangnya, saat ini penetrasi internet tetap dengan kabel serat optik, memiliki cakupan yang lebih kecil dibandingkan dengan jaringan seluler atau wireless. Jaringan operator seluler dapat melayani kebutuhan ini selama memiliki kapasitas yang besar.

Dia mengatakan bahwa minimal operator telekomunikasi selular dapat memberikan sinyal 3 bar agar proses belajar peserta didik tidak tergangu.

Sekadar catatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencan memberikan subsidi kuota internet kepada guru, dosen, pelajar. 

Nantinya, setiap siswa akan diberikan kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan. Guru mendapat 42 GB, mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

Subsidi kuota internet ini bakal diberikan selama 4 bulan, terhitung sejak September hingga Desember 2020. Adapun total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 8,9 triliun.    


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet kemendikbud Pembelajaran Jarak Jauh
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top