Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cakupan Internet Jadi Tantangan PJJ

Persoalan seperti cakupan internet yang tidak merata, telah tersedia layanan internet tetapi kualitasnya dibawah standar, dan permasalahan pergerakan lalu lintas data besar pada saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) digelar secara bersamaan akan mengganggu jalannya PJJ .
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  14:54 WIB
Seorang laboran membuat video pembelajaran praktikum di SMK-SMTI Yogyakarta, Umbulharjo, DI Yogyakarta, Senin (10/8/2020). Selama pandemi COVID-19, pengajar di sekolah tersebut membuat video pembelajaran praktikum agar siswa sekolah kejuruan tetap dapat mengerti prinsip dasar pelajaran praktik selama proses pembelajaran jarak jauh. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -
Seorang laboran membuat video pembelajaran praktikum di SMK-SMTI Yogyakarta, Umbulharjo, DI Yogyakarta, Senin (10/8/2020). Selama pandemi COVID-19, pengajar di sekolah tersebut membuat video pembelajaran praktikum agar siswa sekolah kejuruan tetap dapat mengerti prinsip dasar pelajaran praktik selama proses pembelajaran jarak jauh. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -

Bisnis.com, JAKARTA –  Cakupan internet yang belum merata dan kualitas internet yang tidak stabil bakal membuat proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan kurang optimal.

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengakui bahwa salah satu permasalahan PJJ adalah harga kuota internet. Pasalnya, tidak semua murid dan pengajar mampu membeli kuota internet.

Sekedar catatan, setiap 1 jam PJJ dibutuhkan setidaknya kuota data sebesar 200 MB. Jika satu hari terdapat 7 jam pelajaran, maka jumlah kuota yang dihabiskan sekitar 1,4 GB per hari. Dengan 24 hari PJJ, maka  kuota yang dibutuhkan oleh setiap siswa dan guru sekitar 33,6 GB.  

Ian mengatakan rencana Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) untuk menggelontorkan dana senilai Rp9 triliun untuk kuota gratis merupakan langkah yang tepat. Tetapi, langkah ini harus dieksekusi secara matang.  

Ian mengatakan persoalan PJJ tidak hanya pada daya beli kuota internet. Persoalan seperti cakupan internet yang tidak merata, telah tersedia layanan internet tetapi kualitasnya dibawah standar, dan permasalahan pergerakan lalu lintas data besar pada saat PJJ digelar secara bersamaan tentunya akan mengganggu jalannya PJJ.

Adapun dari sisi operator, kata Ian, adalah persiapan jaringan dengan ketersediaan lebar pita yang tinggi, andal dan berkualitas.

“Perlu dilakukan skema pengaturan dengan melihat ketersediaan/kualitas layanan infrastruktur telekomunikasi yang ada, sehingga terbentuk redudansi dan ekosistem yang baik,” kata Ian kepada Bisnis, Jumat (28/8/2020).  

Ian juga mengusulkan agar tercipta ketahanan dan kemandirian digital, ke depannya, Indonesia perlu memiliki sistem PJJ sendiri, mulai dari infrastruktur telekomunikasi, aplikasi, hingga konten PJJ menggunakan milik negara.  

“Peluang ini akan membuat gaya hidup, kemandirian dan ketahanan digital Indonesia,” kata Ian.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet kemendikbud Pembelajaran Jarak Jauh
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top