Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSSN : Keamanan Siber Jadi Tantangan Digitalisasi di Indonesia

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menyatakan kesadaran ekosistem terhadap keamanan siber dan kedaulatan data merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  15:33 WIB
BSSN : Keamanan Siber Jadi Tantangan Digitalisasi di Indonesia
Kominfo merilis cara efektif menangkap serangan ciber - ilustrasi/aljazeera.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Situasi pandemi global telah menempatkan keamanan siber sebagai isu utama yang melekat pada digitalisasi, tak terkecuali di Indonesia.

“Tantangan besar bagi negara ini dalam menghadapi dunia digitalisasi, permasalahan yang terjadi di ranah siber menyangkut masalah keamanan dan kesejahteraan negara. Visi dan misi BSSN adalah menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien,” ujar Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (28/8/2020).

Hinsa yang berbicara dalam diskusi daring nasional bertema ‘Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional’ bersama Huawei Indonesia dan Asosiasi Big Data dan AI (ABDI) mengakui bahwa semua pihak memiliki peran penting untuk mengelola data secara lebih seksama.

Lebih dari itu, langkah-langkah regulasi menunjukkan bahwa dalam hal data, baik yang disimpan di-premise ataupun di cloud, privasi dan manajemen lebih dari sekadar komitmen terkait kode etik, tetapi juga terkait dengan kepatuhan hukum.

Menurutnya, kesadaran ekosistem terhadap keamanan siber dan kedaulatan data sangat penting untuk terus ditingkatkan sehingga dirinya mengapresiasi upaya dan komitmen Huawei dalam meningkatkan literasi pada bidang tersebut.

Sementara itu, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengemukakan Huawei berkomitmen untuk mendukung kedaulatan data di semua negara, termasuk Indonesia. 

“Secara global, lebih dari 12 tahun Huawei telah menggelontorkan investasi di ranah komputasi cloud. Dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang, Huawei terus menguatkan komitmennya untuk meningkatkan besaran investasi di bidang Cloud dan menghadirkan layanan hingga ke 45 zona di 23 kawasan di dunia,” tekannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keamanan siber badan siber dan sandi nasional (BSSN)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top