Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pantau PSBB, Waze Kerja Sama dengan Jakarta dan Jawa Barat

Platform navigasi, Waze menggunakan teknologi Waze for Cities untuk membantu sejumlah kota besar mengawasi penerapan PSBB.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:00 WIB
Waze - wsj
Waze - wsj

Bisnis.com, JAKARTA -- Platform navigasi, Waze bekerja sama dengan beberapa otoritas perencanaan kota di Indonesia untuk menerapkan kebijakan pemerintah mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan teknologi Waze for Cities.

Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia menjelaskan bahwa Waze for Cities, dimana mitra dapat mengakses berbagai solusi untuk mengelola lalu lintas saat situasi genting.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini Jakarta Smart City (JSC) dan Jabar Digital Service (JDS) telah menggunakan Waze for Cities, program gratis untuk berbagi data dua arah mengenai informasi lalu lintas yang tersedia di publik. Fitur ini berfungsi memantau dan mengevaluasi perkembangan kemacetan di kota masing-masing.

“Selama situasi darurat seperti Covid-19 sekarang ini, di mana terdapat penerapan PSBB, data real-time Waze menyediakan sumber daya yang sangat penting bagi mitra kami. Melalui wawasan data Waze yang kuat, kami sangat senang dapat membantu JSC dan JDS dalam mengelola lalu lintas dan membuat perencanaan kota yang baik,” ungkapnya lewat rilis resminya, Senin, (20/7/2020).

Dia mengatakan bahwa JSC dan JDS merupakan dua dari lebih 1.500 mitra global yang menggunakan data Waze for Cities untuk mengurai kemacetan dan membuat perencanaan keputusan yang lebih baik.

“Ketika Covid-19 melanda, data dari Waze digunakan untuk mengevaluasi kebijakan PSBB yang dipaparkan langsung kepada Bupati atau Walikota, yang mana mengandung informasi mengenai penurunan tingkat kemacetan dan beberapa area yang ditutup jalannya,” jelasnya.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa JSC menggunakan Waze for Cities Data untuk mengevaluasi kebijakan lalu lintas Ganjil-Genap Jakarta, membantu memonitor titik-titik kemacetan dinas perhubungan secara semi-automasi, dan menemukan rute yang tidak dijangkau oleh jaringan MRT.

“Dengan melakukan hal itu, JSC dapat mengidentifikasi dan merekomendasikan daerah-daerah yang perlu dijangkau oleh TransJakarta atau sistem transportasi umum lainnya, sekaligus memaksimalkan pilihan transportasi umum yang aman selama pandemic,” terangnya,

Menurutnya, dengan bekerja sama di bawah Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, JSC mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengetahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya demi membentuk Jakarta menjadi kota yang cerdas.

Serupa dengan JSC, JDS adalah Unit Pelaksana Pengelola Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial yang beroperasi di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Setiaji, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa teknologi tersebut membantu pihaknya menanggapi masalah dengan cepat dan membuat keputusan di saat krisis.

“Sebelum menggunakan data Waze, kami harus mengerahkan petugas di lapangan untuk memantau secara manual dengan menghitung volume kendaraan di jalan dan memeriksa CCTV. Sejak kami menjadi mitra Waze for Cities Data pada Juli tahun lalu, memantau lalu lintas menjadi jauh lebih mudah dan nyaman,” ungkapnya

Sementara itu, Juan Intan Kanggrawan, Head of Data & Analytics Jakarta Smart City mengungkapkan hal serupa dalam menilai data Waze, yang mana membantu timnya dalam mengawasi kondisi lalu lintas Jakarta.

“Data Waze memungkinkan kami menelaah dan menganalisis pola kemacetan lalu lintas tertinggi di Jakarta, kemudian mengubah gagasan-gagasan menjadi tindakan untuk kota yang lebih baik lagi, di mana gagasan ini telah terjustifikasi dengan metrik yang dapat diukur. Ketika Covid-19 melanda, kami menggunakan pola pengemudi Waze secara real-time untuk menentukan keberhasilan PSBB dan memeriksa hasilnya.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waze covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top