Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asteroid Raksasa Berukuran Tiga Kali Big Ben Bakal Melintasi Bumi Siang Ini

Asteroid yang dikenal sebagai 441987 (2010 NY65) itu berukuran raksasa. NASA telah mengukur benda luar angkasa itu berkisar 140 meter hingga 310 meter, yang berarti lebih besar dari menara Big Ben (96 meter) atau Monas (132 meter) dalam konteks Indonesia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  08:44 WIB
Asteroid - huffingtonpost
Asteroid - huffingtonpost

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah asteroid raksasa yang berukuran tiga kali lebih besar dari Big Ben akan mendekat melewati Bumi pada hari ini, Rabu (24/6) pukul 6:44 UT atau sekitar 13:44 WIB, berdasarkan catatan Near Earth Object (NEO) NASA.

Asteroid yang dikenal sebagai 441987 (2010 NY65) itu berukuran raksasa. NASA telah mengukur benda luar angkasa itu berkisar 140 meter hingga 310 meter, yang berarti lebih besar dari menara Big Ben (96 meter) atau Monas (132 meter) dalam konteks Indonesia.

Batu luar angkasa itu bergerak dengan kecepatan 46.400 kilometer per jam dan akan melintas di dekat Bumi pada jarak 3,67 juta kilometer. Ini dikategorikan sebagai ‘objek dekat bumi’ oleh NEO, yang memungkinkan lembaga antariksa itu mempelajari sesuatu tentang tata surya.

“NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh gaya gravitasi planet terdekat menjadi orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Minat ilmiah pada komet dan asteroid disebabkan oleh statusnya sebagai puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya,”

“Planet-planet luar raksasa [Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus] terbentuk dari penggumpalan miliaran komet dan sisa serpihan dari proses pembetukan ini adalah komet yang kita lihat hari ini. Sementara asteroid adalah potongan sisa dari planet dalam,” kata NASA di situs web Jet Propulsion Laboratory (JPL).

NASA menggolongkan 2010 NY65 sebagai Potentially Hazardous Asteroid (PHA) yang didefinisikan berdasarkan parameter yang mengukur potensi asteroid untuk berada dekat Bumi. Namun, asteroid itu tidak akan menimbulkan ancaman bagi planet.

Sementara kemungkinan asteroid besar menghantam Bumi sangat kecil, NASA percaya ada 1 dari 300.000 peluang setiap tahunnya, bahwa batu ruang angkasa dapat menyebabkan kerusakan regional saat masuk ke atmosfer dan menghantam Bumi.

Namun, ada beberapa rencana ayng sedang dilakukan untuk dapat membantu Bumi melawan kemungkinan serangan asteroid. NASA saat ini sedang mempelajar asteroid Bennu, yang berukuran 500 meter.

Lembaga antariksa itu khawatir Bennu bakal memasuki Bumi dan melenyapkan sebuah negara, diperkirakan terjadi 120 tahun mendatang. Oleh sebab itu, NASA mengirimkan pesawat ruang angkasa OSIRIS Rex.

Misi tersebut bertujuan memberikan informasi penting tentang cara membelokkan asteroid dari jalur tabrakan mereka dengan bumi. Akan tetapi sekali lagi, NASA menegaskan ini merupakan kemungkinan kecil yang terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid antariksa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top