Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Asteroid Raksasa Akan Melintas di Dekat Bumi Hari Ini Hingga Lusa

Sebagai informasi, Near-Eatch Object (NEO) sering kali membuat kategorisasi asteroid yang dekat dengan Bumi. Akan tetapi, benda luar angkasa itu tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan berjarak sekitar 0,05 au atau sekitar 4,7 juta mil dari Bumi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  13:00 WIB
Asteroid - Istimewa
Asteroid - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah mengungkapkan bahwa akan ada tiga asteroid besar yang bakal melewati planet dalam beberapa hari ke depan, yang semuanya digambarkan sebagai objek luar angkasa dekat dengan Bumi.

Sebagai informasi, Near-Eatch Object (NEO) sering kali membuat kategorisasi asteroid yang dekat dengan Bumi. Akan tetapi, benda luar angkasa itu tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan berjarak sekitar 0,05 au atau sekitar 4,7 juta mil dari Bumi.

Asteroid pertama dikenal dengan 2020 KY, yang akan melintas pada hari ini, Rabu (10/6) pukul 10:00 UT (universal time) atau sekitar pukul 17.00 WIB. Ukuran asteroid ini lebih besar dari bus tingkat, dengan diameter sekitar 16-25 meter. Dilaporkan bahwa asteroid ini akan meluncur di dekat Bumi yakni pada jarak 4,1 juta mil.

Asteroid kedua yakni yang dinamai sebagai 2020 JQ2 yang akan melintas pada Kamis (11/6) pukul 11:38 UT atau sekitar pukul 18:30 WIB. Kira-kira ukurannya sebesar pesawat penumpang atau berdiameter 19-42 meter, dengan jarak 3,6 juta mil dari Bumi.

Asteroid ketiga ialah 2020 JS1 yang akan mendekat ke planet pada Kamis (11/6) pukul 23:21 UT atau pada Jumat (12/6) sekitar jam 6:30 WIB. Ukurannya berdiameter 14-32 meter dengan jarak yang paling dekat yakni 2,3 juta mil dari Bumi.

Melalui situs Jet Propulsion Laboratory (JPL), NASA mengungkapkan bahwa NEO adalah komet dan asteroid yang didorong oleh gaya tarik gravitasi planet terdekat menjadi orbit yang memungkinkan objek itu memasuki lingkungan bumi.

“Minuat ilmiah pada komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagan puing-puing sisa yang relatif tidak mengalami perubahan proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu,” tulis NASA.

Dalam pernyataannya, lembaga antariksa itu menambahkan bahwa planet-planet luar raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus terbentuk dari penggumpalan miliaran komet dan sisa serpihan dari proses pembentukan awal, itu lah komet yang dilihat.

Demikian juga asteroid yang hari ini melintas di dekat bumi, merupakan potongan-potongan yang tersisa dari aglomerasi awal planet-planet bagian dalam yang mencakup Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Oleh karenanya menjadi perhatian para peneliti luar angkasa.

Adapun, kemungkinan asteroid-asteroid tersebut mengenai Bumi terbilang kecil. NASA meyakini ada 1 dari 300.000 peluang setiap tahun bahwa sebuah batu ruang angkasa dapat menyebabkan kerusakan apabila menghantam.

Namun, ada beberapa rencana yang sedang dilakukan yang dapat membantu Bumi melawan kemungkinan peristiwa asteroid yang bakal menembus Bumi. NASA saat ini sedang mempelajari asteroid Bennu, dengan pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex.

Sebagian alasan NASA mengirimkan pewasat tersebut adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang asteroid Bennu yang memiliki ukuran raksasa dengan panjang 1.640 kaki atau sekitar 500 meter.

NASA khawatir asteroid tersebut – yang berpotensi melenyapkan sebuah negara di Bumi – dapat menghantam planet dalam 120 tahun ke depan, dengan penerbangan terdekat dengan Bumi berikutnya yang terjadi sekitar tahun 2135.

Misi tersebut akan memberikan informasi penting tentang cara membelokkan asteroid dari jalur tabrakan mereka dengan Bumi. Akan tetapi, NASA juga menegaskan bahwa ada kemungkinan kecil bahwa asteroid itu akan menabrak Venus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid antariksa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top