Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengiriman Smartphone Diproyeksikan Turun 12 Persen pada 2020

perusahaan riset IDC memproyeksikan pengiriman telepon pintar sebesar 1,2 miliar pada 2020, atau turun dari 1,4 miliar tahun lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  13:35 WIB
Pengunjung mencoba handphone OPPO Reno3 saat unboxing seri Reno3 di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\n
Pengunjung mencoba handphone OPPO Reno3 saat unboxing seri Reno3 di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pengiriman smartphone di seluruh dunia diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 11,9 persen tahun ini akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Penurunan tahunan terbesar ini juga mengindikasikan bahwa industri smartphone atau telepon pintar akan mengalami pemburukan sebelum kemudian berangsur pulih.

Dalam perkiraan pasar terbarunya, perusahaan riset IDC memproyeksikan pengiriman telepon pintar sebesar 1,2 miliar pada 2020, atau turun dari 1,4 miliar tahun lalu.

Perkiraan tahunan ini mengikuti rekor penurunan 11,7 persen year-on-year pada kuartal pertama tahun ini. Proyeksi terbaru IDC tersebut adalah revisi dari perkiraan tahunan pada Februari lalu, setelah virus pertama kali menyerang. Saat itu, IDC hanya memperkirakan penurunan 2,3 persen saja.

Lebih lanjut, IDC memproyeksikan penawaran dan permintaan akan pulih dan penjualan akan mengalami kenaikan pada 2021 karena sejumlah pembelian tidak dibatalkan melainkan ditunda. Proliferasi layanan nirkabel generasi kelima juga akan membantu menghidupkan kembali minat konsumen.

"Apa yang dimulai sebagai krisis penawaran telah berkembang menjadi masalah permintaan global," kata Analis Pelacak Perangkat Seluler Dunia IDC Sangeetika Srivastava, dilansir Bloomberg, Kamis (4/6/2020).

Dia menjelaskan, lockdown dan meningkatnya pengangguran telah mengurangi kepercayaan konsumen sehingga prioritas pengeluaran difokuskan kembali untuk barang-barang penting. Hal ini secara langsung berdampak pada penyerapan telepon pintar dalam jangka pendek.

Selain itu, menurut IDC, pasar domestik China hanya akan melihat penurunan satu digit karena negara itu lebih awal pulih dari wabah. Eropa yang mencatatkan korban virus Corona lebih banyak, diperkirakan akan mengalami penurunan pengeluaran dan permintaan yang lebih dalam.

"Di sisi yang lebih cerah, 5G diharapkan menjadi katalis sepanjang periode perkiraan, yang akan memainkan peran penting dalam pemulihan pasar ponsel cerdas di seluruh dunia pada tahun 2021," kata Srivastava.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone idc

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top