Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OYO Rumahkan Ribuan Karyawan Di Seluruh Dunia

Wabah corona yang menekan industri pariwisata terus menekan kinerja salah satu startup perhotelan Oyo Hotels & Homes di seluruh dunia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 09 April 2020  |  18:43 WIB
ilustrasi. - Bloomberg
ilustrasi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA –Oyo Hotels & Homes yang didukung oleh SoftBank Group Corp, memutuskan merumahkan ribuan karyawannya di seluruh dunia untuk bertahan melalui pandemi virus corona (covid-19).

Seperti dilaporkan Bloomberg, Kamis (9/4/2020), pihak OYO belum menentukan jumlah pasti pekerja yang akan dirumahkan sementara. karena mempertimbangkan hukum perburuhan lokal di berbagai negara.

CEO OYO Ritesh Agarwal menyebut kebijakan merumahkan atau cuti tersebut akan diberikan kepada ribuan karyawan selama 60 sampai 90 hari. Dalam pesan berbentuk video, dia mengatakan kepada karyawan Oyo bahwa dampak krisis akibat wabah corona terbilang cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.

“Pendapatan turun 50 persen hingga 60 persen dari yang awalnya diperkirakan 10 persen hingga 15 persen. Kami akan memastikan bahwa pekerjaan ini aman sementara kami mengurangi biaya dan merampingkan operasi bisnis,” katanya, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (9/4/2020).

Perusahaan rintisan yang mendapat investasi dari SoftBank ini, sejak awal tahun telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 7.000 lebih karyawan secara global. Adapun, OYO merumahkan kembali 5.000 karyawannya pada Maret 2020.

Di sisi lain industri perhotelan global tengah memasuki fase hibernasi, di mana dibutuhkan strategi khusus untuk mengendalikan keuangan perusahaan.

Sementara itu, Daisuke Seki, Chief Executive Officer di IB Research & Consulting Inc. di Jepang mengatakan bahwa dampak negatif dari corona pada pariwisata dan industri perhotelan sangat besar.

“Oyo mungkin lebih menderita daripada WeWork. SoftBank kurang beruntung dalam hal itu. Model bisnis untuk Oyo baik, namun situasinya sangat buruk," tuturnya.

Menurutnya, Oyo memang tumbuh dengan pesat, tetapi, seperti halnya bisnis perjalanan lainnya, tetapi pecahnya Covid-19 telah menggesek perusahaan. Reputasinya juga menderita karena keluhan pelanggan tentang pengalaman buruk bersama dengan keluhan tentang perlakuan buruk atau tidak adil dari beberapa dari lebih dari 20.000 pemilik hotel dalam rantai tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Virus Corona OYO Hotels & Homes

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top