eSim Diprediksi Ubah Pola Bisnis Operator

Sejumlah operator telah menyiapkan diri untuk memproduksi sim tanam atau embedded-SIM (e-SIM) yang diprediksi akan menjadi tren baru bagi para pengguna jasa telekonomunikasi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  20:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Teknologi eSIM merupakan sebuah inovasi terbaru pada bidang ponsel pintar, tetapi beberapa operator mengklaim masih perlu untuk mengkaji kemampuan dari teknologi ini sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Teknologi ini menjadikan slot fisik kartu SIM menjadi tidak ada, dengan demikian pengguna hanya perlu melakukan proses yang cukup singkat untuk mendaftarkan kartu SIM yang hendak digunakan. Hal ini sangat berguna sekali ketika konsumen bepergian ke luar negeri, karena tidak perlu melakukan bongkar pasang hanya untuk memasukkan kartu SIM.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan saat ini jaringan dari XL Axiata telah siap untuk implementasi eSIM, akan tetapi pihaknya tengah mengkaji hulu ke hilir perjalanan pelanggan (end to end customer jouney)

“[eSim] bahkan telah dioperasikan untuk internal karyawan XL Axiata. Namun, untuk memastikan pengalaman pelanggan akan tetap terjaga, XL Axiata tengah mengkaji end to end custommer joumey yang dibutuhkan agar aktifasi eSIM oleh pelanggan dapat dilakukan dengan mudah tanpa kendala yang berarti,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (23/2/2020).

Tri menambahkan bahwa sebelum layanan eSIM diluncurkan, pihaknya perlu dan harus memastikan kebutuhan konsumen agar tetap terjaga dengan baik. Pihaknya ingin agar ke depan pelanggan dapat mengaktifkan eSIM dengan mudah, tanpa kendala yang berarti.

“Untuk itu kajian kajian terus dilakukan termasuk aspek regulasi untuk memastikan pelanggan kami benar benar mendapatkan kemudahan dengan layanan eSIM ini,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya, layanan eSIM bagi pelanggan membutuhkan ketersediaan perangkat pengguna dan distribusinya di masyarakat.

“Saat ini jaringan kami telah siap utk eSIM dan telah sesuai dengan standard yang ditetapkan oleh 3GPP [proyek kolaborasi kelompok-kelompok asosiasi generasi ketiga komunikasi dalam sebuah proyek],” terangnya.

Kemudian, Tri memprediksi bahwa ke depan implementasi eSIM tentunya akan mempengaruhi model bisnis yang ada.

“Penggunaan teknologi eSIM yang didukung dengan proses yang memudahkan pelanggan mengaktifkan secara online tentunya akan memperlancar distribusi nomor ke pelanggan, selain mengurangi biaya produksi eSIM dan distribusinya,” terangnya.

Senada dengan pendapat sebelumnya, Turina Farouk, SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo juga turut menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji tentang teknologi tersebut.

“Dapat kami sampaikan bahwa Indosat Ooredoo saat ini masih mengkaji tentang hal tersebut. Kami melihat eSIM sendiri memiliki beberapa kelebihan, di mana di sisi pelanggan akan memberikan banyak kemudahan karena tidak harus menggunakan sim card secara fisik yang beresiko pada kartu hilang atau kartu rusak,” ujarnya.

Selain itu, bila ditinjau dari sisi operator, Turina mengatakan bahwa teknologi ini dapat membantu pelanggan untuk bisa langsung berhubungan dengan pelanggan tanpa jalur distributor.

“Hal ini akan berdampak pada efisiensi. Secara umum, kehadiran eSIM memang akan mengubah model bisnis operator manapun yang menerapkan ini,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator telekomunikasi, sim card

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top