Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TaniHub Buka Cabang dan Warehouse Baru di Bali, Ini Alasannya!

TaniHub Grou membuka kantor cabang dan warehouse untuk mendukung kebijakan Pemprov Bali yakni 60 persen produk pertanian wajib dipenuhi dari produk lokal Pulau Dewata
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  11:09 WIB
Presiden dan Co-Founder TaniHub Group Pamitra Wineka saat memberikan sambutan pembukaan cabang dan warehouse TaniHub Group di Denpasar Bali, Kamis (30/1/2020). Bisnis - Hendra Wibawa
Presiden dan Co-Founder TaniHub Group Pamitra Wineka saat memberikan sambutan pembukaan cabang dan warehouse TaniHub Group di Denpasar Bali, Kamis (30/1/2020). Bisnis - Hendra Wibawa

Bisnis.com, DENPASAR – TaniHub Group meresmikan pembukaan cabang sekaligus warehouse seluas 700 meter persegi di Denpasar Bali untuk mendukung pertanian di Pulau Dewata.

Presiden dan Co-Founder TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan peresmian kantor cabang ini merupakan yang kelima di Indonesia atau kantor cabang pertama TaniHub di luar Pulau Jawa.

Menurutnya, pembukaan kantor cabang ini sekaligus mendukung program Pemprov Bali yang menginginkan 60 persen produk pertanian wajib dipenuhi dari produk lokal pulau Dewata.

"Kami hadir untuk menjadi jembatan bagi semua pihak untuk sama-sama memajukan Bali," katanya di Denpasar Bali, Kamis (30/1/2020).

Dia menambahkan pihaknya akan selalu berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung program Pemprov Bali memenuhi 60 persen kebutuhan produk pangan dari Bali.

"Kami ingin 60 persen dari Bali. Selain bantu akses ke pasar tapi juga bantu jaringan ke pendanaan," paparnya.

CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan menambahkan pmbukaan cabang Bali ini adalah bukti nyata dari pertumbuhan TaniHub Group yang pesat.

"Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung pertanian serta dunia usaha di seluruh Indonesia,” ujar Ivan.

Dia menegaskan pemilihan lokasi di Bali telah melalui hasil riset mendalam terkait potensi daerah tersebut.

Bali dipilih sebagai cabang kelima setelah Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya adalah karena potensi Pulau Dewata yang sangat besar di bidang pertanian, pariwisata, kuliner, dan UMKM.

Bahkan secara khusus, Kabupaten Badung merupakan salah satu dari tiga wilayah dengan jumlah restoran dan rumah makan tertinggi se-Pulau Dewata.

Potensi lainnya tentunya di bidang pariwisata. Wilayah Kabupaten Badung, bersama Gianyar dan Denpasar, adalah pusat pariwisata Bali, yang menjadi destinasi utama para turis mancanegara dan domestik.

Area Badung, Gianyar, dan Denpasar memiliki pertumbuhan yang tinggi dari sisi populasi dan dunia usaha, suntikan business-to-business [B2B] dan business-to-consumer [B2C].

"Dengan warehouse yang baru ini, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan produk dengan kualitas terjaga untuk para pelanggan kami di Bali,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana menyatakan Pemprov Bali menyambut baik pembukaan cabang dan pusat distribusi TaniHub di Bali.

"Kami menyambut baik pembukaan cabang ini karena akan membantu para petani dan pelaku wisata di Bali," katanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2018 terdapat 2.518 restoran dan rumah makan di seluruh Bali, dengan jumlah paling tinggi terletak di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar.

Da ini memang sangat menunjang populasi penduduk di tiga area tersebut yang merupakan area paling padat penduduknya di Bali. Berdasarkan sensus pada 2010, sebnyak 3,89 juta penduduk Bali (hampir 50% dari jumlah total penduduk) berdomisili di ketiga wilayah tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pangan pertanian StartUp
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top