Kabar Whatsapp Berbayar Bikin Resah, Begini Cara Whatsapp Berbisnis

Ria Theresia Situmorang
Senin, 13 Januari 2020 | 11:34 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel./Reuters-Thomas White
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel./Reuters-Thomas White
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa hari terakhir, warganet diresahkan dengan kabar monetisasi yang akan dijalankan oleh platform pesan singkat Whatsapp.

Sebagai gantinya, pengguna diharapkan menerima iklan yang kemungkinan akan dijalankan perusahaan yang berada di bawah naungan Facebook tersebut.

Dikutip dari Investopedia, model bisnis awal yang dijalankan oleh Whatsapp memang adalah mengenakan biaya US$1 atau sekitar Rp13.700 kepada pengunggah aplikasinya.

Di beberapa negara, pengunggah aplikasi ini harus membayar US$1 untuk mengunduh. Di beberapa negara lain, pengunduh tahun pertama dibebaskan dari biaya. Namun setelahnya, Whatsapp mengenakan biaya US$ 1 setiap tahunnya.

Dengan skema bisnis ini, Whatsapp memiliki 700 juta pengguna di seluruh dunia dengan pendapatan tahunan dapat diperkirakan mencapai US$ 700 juta.

Pada tahun 2016, dikutip dari blog-nya, Whatsapp memberhentikan model bisnis ini dengan membebaskan penggunanya untuk bertukar pesan tanpa bayaran. Dikutip dari sumber yang sama, pihaknya juga tidak menerima iklan.

“Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa WhatsApp tidak akan lagi membebankan biaya berlangganan. Selama bertahun-tahun, kami meminta beban biaya untuk menggunakan WhatsApp setelah tahun pertama,” tulis Whatsapp dalam blog resminya pada Januari 2016. 

“Orang mungkin bertanya-tanya bagaimana rencana kami untuk menjalankan Whatsapp tanpa biaya berlangganan dan jika pengumuman hari ini berarti kami memperkenalkan iklan pihak ketiga. Jawabannya adalah tidak. Mulai tahun ini, kami akan menguji alat yang memungkinkan Anda gunakan untuk berkomunikasi dengan bisnis dan organisasi,” sambungnya.

Wacana monetisasi ini masih berhembus sampai sekarang, namun belum pernah terealisasi. Dikutip dari Forbes, rencana Facebook Messenger akan diintegrasikan dengan Whatsapp dan Instagram di bawah satu platform atau protokol pengiriman pesan yang mendasarinya juga kembali menguak.

Secara garis besar, dikutip dari BBC pada tahun 2018, pendapatan Whatsapp berasal dari platform bisnisnya. Whatsapp dilaporkan mengenakan biaya pada platform Whatsapp Business API yakni US$ 0,5 hingga 9 sen per pesan tergantung dari besaran perusahaan dan negara tempat pengguna platform bisnis tersebut tinggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper