Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelanggan Operator Seluler Makin Loyal

Pada 2018, saat Peraturan Menteri Kominfo tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi mulai dijalankan secara efektif, industri telekomunikasi sempat bergejolak sebab model bisnis operator berubah.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  10:28 WIB
Ilustrasi SIM Card - Reuters
Ilustrasi SIM Card - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Operator seluler mulai merasakan dampak positif dari regulasi kartu prabayar sepanjang tahun lalu.

Regulasi regristrasi berhasil membuat pelanggan operator makin loyal dan tingkat keluar masuk pelanggan (churn rate) tertekan atau lebih baik dibandingkan dengan 2018.

Pada 2018 atau saat Peraturan Menteri Kominfo No. 14/2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi mulai dijalankan secara efektif, industri telekomunikasi sempat bergejolak sebab model bisnis operator berubah.

Jika sebelumnya operator ‘habis-habisan’ dalam menjual kartu perdana dan membundelnya dengan bonus kuota data yang besar untuk mendapat pelanggan baru, sejak regulasi tersebut diberlakukan, operator tidak lagi melakukan hal tersebut.

Pasalnya, regulasi membatasi jumlah kepemilikan kartu SIM oleh pelanggan, yaitu hanya tiga kartu untuk setiap operator.

Selain itu, regulasi regristrasi kartu prabayar juga mengharuskan pengaktifan kartu SIM menggunakan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Regulasi regristrasi kartu pada saat itu disinyalir menjadi salah satu penyebab penurunan pendapatan pada industri telekomunikasi hingga 7 persen. 

Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Dannya Buldansyah mengatakan bahwa dampak pemberlakuan regulasi regristrasi kartu prabayar sangat positif untuk industri.

Regristrasi dapat membuat persaingan makin sehat dan tidak lagi berfokus pada layanan murah yang diberikan melalui bonus kuota yang dibundel lewat kartu perdana. 

“Apalagi tahun ini operator makin rasional, biasanya kan jorjoran harga layanan murah di [penjualan] kartu SIM, sedangkan saat ini operator sudah tidak lagi jorjoran di kartu SIM,” kata Danny kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini mengatakan bahwa regulasi registrasi kartu prabayar telah membuat pelanggan makin loyal. Dia berpendapat bahwa churn rate pelanggan pada 2019 lebih baik dibandingkan dengan 2018.

“Pelanggan yang pakai [lalu] buang kartu SIM sudah jauh berkurang,” kata Dian.

Head of External Communications PT XL Axiata Henry Wijayanto mengatakan bahwa pada kuartal III/2019, rata-rata churn rate industri telekomunikasi sekitar 10 persen—15 persen.

Dia tidak menyebutkan churn rate XL Axiata.  Selain karena regulasi registrasi kartu, Henry menjelaskan perseroan juga aktif dalam menekan angka churn rate  dengan meningkatkan pelayanan dan kualitas jaringan termasuk dengan fiberisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler sim card
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top