Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sistem Aktivasi Kartu Prabayar di Gerai Bakal Membebani Operator

Penerapan sistem Know Your Customer (KYC) terhadap pelanggan operator seluler dinilai dapat membuat beban operator makin berat. Penerapan KYC dengan meniru cara perbankan dinilai sebagai sebuah langkah kemunduran.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  15:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan sistem Know Your Customer (KYC) terhadap pelanggan operator seluler dinilai dapat membuat beban operator makin berat. Penerapan KYC dengan meniru cara perbankan dinilai sebagai sebuah langkah kemunduran.

Wakil Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan bahwa saat ini sejumlah perbaikan telah mempermudah nasabahnya dalam pembuatan akun, sehingga proses pembuatan dapat dilakukan dari jarak jauh. 

Jika Kemenkominfo mendorong agar aktivasi kartu prabayar meniru cara perbankan yang lama, dengan datang ke kantor atau gerai, kata Danny, itu merupakan sebuah kemunduran. 

“Semuanya dahulu offline dan harus datang ke kantor, sekarang sudah online. Menurut saya ini  melawan arus,” kata Danny kepada Bisnis.com, Selasa (11/12/2019). 

Dia juga berpendapat aktivasi kartu prabayar di gerai akan membuat biaya operasional operator membengkak. Sebab, operator harus memperbanyak gerai dan menambah sumber daya manusia. Operator tidak akan sanggup untuk membuka gerai sampai ke pelosok desa. 

Selain itu, rantai penjualan kartu SIM juga tidak terbatas di operator namun juga ada ritel.  Dengan mengharuskan datang ke gerai maka para pedagang ritel akan terancam bisnisnya dan tutup. 

Dia mengatakan bahwa implementasi regulasi regristrasi kartu prabayar saat ini sudah bagus. Hanya saja, pengawasannya perlu diperketat, begitu juga sanksi yang diberikan kepada para pelanggar. 

“Kalau ritel tutup siap tidak kita menerima gejolak sosial yang ada,” kata Danny. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operator seluler sim card
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top