Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Harga Korbankan Kualitas Layanan Operator Seluler

Perang tarif antar operator masih mewarnai peta industri telekomunikasi saat ini dan tahun lalu.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  18:59 WIB
Petugas sedang bekerja di menara Telkomsel - Antara
Petugas sedang bekerja di menara Telkomsel - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Industri telekomunikasi masih dihantui oleh perang harga. Operator seluler dinilai masih gemar bertarung melalui harga, bukan kualitas. 

VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin berpendapat bahwa perang tarif antar operator masih mewarnai peta industri telekomunikasi saat ini dan tahun lalu. 

Telkomsel memiliki pandangan bahwa hal tersebut tidak akan menguntungkan pelanggan serta industri telekomunikasi Indonesia secara jangka panjang. 

“Perang tarif hanya akan menguntungkan pelanggan dalam jangka pendek, tapi akan mengorbankan kualitas layanan dari operator jika tidak diiringi dengan penambahan kapasitas,” kata Denny kepada Bisnis, Jumat (10/1/2020). 

Selain itu, lanjutnya, perang tarif terus terjadi akan melemahkan kemampuan operator dalam melakukan investasi untuk memperluas jaringan serta menghadirkan teknologi terkini. Kondisi tersebut akan memperlambat kemajuan industri telekomunikasi. 

Oleh sebab itu Denny mendorong agar pemerimah mengeluarkan regulasi yang mengatur standar kualitas layanan, khususnya layanan data, untuk melindungi kepentingan pelanggan. 

Dengan regulasi tersebut pelanggan tetap memperoleh layanan mumpuni. Pelanggan juga tidak menjadi tumbal ketidakmampuan operator memberikan layanan berkualitas akibat terlibat perang harga. 

“Telkomsel cenderung menghindari dan tidak ingin terlibat dengan perang tarif. Perang tarif akan membatasi ruang investasi yang sangat diperlukan untuk menghadirkan manfaat teknologi yang merata hingga penjuru negeri,” kata Denny. 

Dia berharap ke depan operator dapat lebih bersaing dalam inovasi produk dan layanan, khususnya berbasis digital, yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Denny menilai bahwa Industri telekomunikasi pada 2019 sangat menantang, terlebih dengan makin tingginya adopsi masyarakat dalam pemanfataan layanan telekomunikasi berbasis. 

Bagi Telkomsel, 2019 lalu merupakan momen tepat untuk lebih fokus pada kebutuhan pelanggan dan berupaya menghadirkan ragam layanan terdepan, ujarnya.

"Konsep customer-centric menjadi salah satu acuan bagi kami dalam menghadirkan pengalaman yang bernilai tambah untuk setiap pemanfaatan layanan yang kami hadirkan,"  tambah Denny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top