Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Operator Seluler Belum Berniat Naikkan Tarif Layanan Data

Operator memiliki sejumlah pertimbangan dalam menaikkan tarif layanan data yang merupakan penopang utama pendapatan operator saat ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  09:00 WIB
XL Axiata
XL Axiata

Bisnis.com, JAKARTA — Operator seluler belum memiliki rencana menaikkan tarif layanan data pada tahun ini. Operator memiliki sejumlah pertimbangan dalam menaikkan tarif layanan data yang merupakan penopang utama pendapatan operator saat ini.

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan bahwa perseroan tetap akan menawarkan tarif murah kepada pelanggan pada tahun ini.

Smartfren tidak akan melepaskan predikat sebagai operator seluler dengan tarif layanan data termurah dan akan terus memasarkan produk paket Rp2.000 per GB.

Djoko mengatakan bahwa kenaikan tarif kemungkinan baru akan dilakukan untuk paket unlimited yang merupakan produk andalan Smartfren. Pada 2019, Smartfren menaikkan paket unlimited dari Rp70.000 menjadi Rp75.000.

Meskpun harganya naik, Djoko mengklaim bahwa harga rata-rata  yang dikenakan kepada pelanggan tetap Rp2.000 per GB sebab paket unlimited memberi layanan data hingga 40 GB per bulan, termasuk batas pemakaian wajar 1 GB per hari kepada pelanggan.

“Tidak [menaikkan tarif], kami tetap konsisten untuk menambah jumlah pelanggan. Kami berpikir dengan tarif yang diberikan masih cukup buat kami,” kata Djoko kepada Bisnis, Minggu (5/1/2020).

Wakil Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan bahwa dalam menaikkan tarif layanan data, perseroan mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya penetrasi daerah baru.

Dia mengatakan bahwa untuk daerah yang baru mendapatkan layanan Tri Indonesia, perseroan menawarkan promo atau harga yang terjangkau kepada pelanggan. Namun, seiring dengan makin matangnya produk Tri di tempat tersebut, maka perseroan akan menaikkan harga layanan setara dengan dengan kompetitor lainnya.

“Tergantung pasar daerah masing-masing. Misalnya, di daerah yang baru launching kami akan memberi tarif terjangkau, sedangkan di daerah yang sudah mature, kami akan menerapkan tarif bersaing,” kata Danny.

Sementara itu, Direktur & COO PT Indosat Tbk. Vikram Sinha mengatakan bahwa dalam menyambut persaingan tahun depan perseroan tetap akan menghadirkan layanan yang sedehana dan transparan.

Kenaikan tarif merupakan hal yang penting, tetapi Indosat tidak menjadikan hal tersebut sebagai prioritas. Indosat akan fokus dalam memberi pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui produk dan kualitas jaringan yang makin baik.

“Kami ingin mengedepankan prinsip value fit money artinya, produk tersebut dibutuhkan dan perlu bagi pelanggan,” kata Sinha.

Director Commercial PT XL Axiata Tbk Allan Bonke mengatakan bahwa perseroan akan mengikuti pemain dominan atau pemimpin pasar telekomunikasi Indonesia yaitu PT Telekomunikasi Selular, dalam hal penarifan.

 “Kami akan mengikuti pemimpin pasar, Jjka pemimpin tersebut menaikkan tarif, maka kami akan menaikan tarif juga,” kata Allan.

Sementara itu, Telkomsel enggan memberi tanggapan mengenai rencana penarifan pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operator seluler tarif data telekomunikasi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top