Ketika Lalu Lintas Data Operator Seluler Dikuasai Video

Layanan video menjadi kontributor terbesar dalam mendorong lalu lintas data operator seluler sepanjang kuartal III/2019, dengan kontribusi mencapai 60% dari total lalu lintas data yang dibukukan operator seluler.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  16:49 WIB
Ketika Lalu Lintas Data Operator Seluler Dikuasai Video
Pengguna Telkomsel menyaksikan perayaan Cap Go Meh di Singkawang menggunakan aplikasi Maxstream - Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan video menjadi kontributor terbesar dalam mendorong lalu lintas data operator seluler sepanjang kuartal III/2019, dengan kontribusi mencapai 60% dari total lalu lintas data yang dibukukan operator seluler.

Melihat tren tersebut, operator seluler pun terus menggenjot pembangunan jairngan agar pelanggan makin nyaman menonton video.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatatkan total lalu lintas data sebesar 4.785.500 TB pada kuartal III/2019, tumbuh  55,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun jika dihitung selama periode Juli—September 2019, lalu lintas data yang dicatatkan Telkomsel sebesar 1.753.358 TB atau tumbuh 8% dibandingkan dengan lalu lintas data yang dibukukan pada kuartal II/2019.

Sementara itu, PT Indosat Tbk juga mencatatkan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 2.245.733 TB, naik 71,7% secara tahunan. Jika dihitung selama kuartal III/2019 saja, lalu lintas data Indosat sebesar 866.927 TB atau naik 14,7% secara kuartalan.

Kemudian PT XL Axiata Tbk. mencatatkan lalu lintas data sebesar 2.386.100 TB, naik 56% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Untuk kuartal III/2019 saja, XL membukukan lalu lintas data sebesar 854.900 TB tumbuh 4% secara kuartalan.

Plt. Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan bahwa mayoritas pengguna layanan data aktif menggunakan video streaming. 

Saat ini lebih dari 60% lalu lintas layanan data XL didominasi dari layanan streaming video seperti YouTube, Facebook, Instagram dan Gim.  

Dia menuturkan kecenderungan pemanfaatan video terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Untuk aplikasi pesar instan seperti WhatsApp dan LINE meningkat sekitar 18% secara tahunan, mengikuti kemudian akses layanan jaringan sosial (FB, Twitter dan IG ) sekitar 15% YoY, layanan navigasi Google Map dan belanja online juga turut meningkat.

Selain karena video, pertumbuhan lalu lintas data juga didorong oleh peningkatan kualitas jaringan XL. Diketahui pada kuartal III/2019, XL telah menggunakan 129.261 BTS atau bertambah sekitar 13.127 BTS secara tahunan.

“Kualitas jaringan yang makin baik, perubahan perilaku pelanggan yang makin menyukai menonton video streaming dan paket layanan data yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, membuat pelanggan makin nyaman untuk mengakses video,” kata Gede kepada Bisnis.com.

Senada, General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan bahwa video masih mendominasi total lalu lintas data di perseroan. Sekitar 60% lalu lintas data Telkomsel ditopang oleh video.  

Pertumubuhan tersebut merupakan salah satu barometer Telkomsel dalam mengukur kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan data Telkomsel.

Aldin mengatakan untuk menjaga pertumbuhan lalu lintas data, khususnya dari layanan video, perseroan terus berupaya memperkuat jaringan yang dimiliki. Telkomsel menggelar infrastruktur jaringan BTS broadband. Telkomsel telah membangun sekitar 209.910 BTS pada kuartal III/2019.

Tidak hanya itu, Telkomsel juga menawarkan paket dengan kuota besar untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga pelanggan makin nyaman dalam mengakses layanan video.

“Untuk produk video itu sendiri Telkomsel mempunyai layanan andalan berupa aplikasi video MAXStream sebagai one stop video portal dan marketplace yang mengintegrasikan konten video dari berbagai mitra penyedia konten video,” kata Aldin.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan bahwa Tri juga mengalami pertumbuhan lalu lintas data hingga dua kali lipat pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  

Pertumbuhan lalu lintas data terjadi secara sporadis atau tidak merata. Di beberapa tempat, Tri mencatat pertumbuhan lalu lintas sebesar 200% , tetapi di tempat lainnya, pertumbuhan lalu lintas data hanya 60%.

Pertumbuhan lalu lintas data yang melesat di sejumlah tempat, kata Danny, disebabkan masyarakat telah mengetahui cara menggunakan internet. Di samping itu, juga didorong oleh munculnya aplikasi-aplikasi menarik yang membuat pelanggan makin haus akan data.

Adapun untuk deaerah dengan pertumbuhan lalu lintas data rendah, umumnya karena Tri telah lama di sana.Tuntutan pertumbuhan data makin tinggi seiring dengan lama waktu operasi operator di suatu daerah.

“Aplikasinya banyak yang haus akan pemakaian data. Produk juga kan banyak yang dibundel dengan video, gim, dan ada yang murni harga,” kata Danny.  

Dia mengatakan pelanggan Tri, jika dilihat dari lalu lintas data yang dihasilkan, mayoritas menggunan data untuk menonton video streaming. Namun jika dilihat dari jumlah pemakaian, apilkasi pesan instan masih menjadi favorit.

Sementara itu , Head of NSAS Indosat, Kustanto mengatakan bahwa pertumbuhan lalu lintas data di perseroan terjadi karena dua hal. Pertama, penambahan pelanggan data baru karena paket data yang menarik. Kedua, peningkatan konsumsi data per pelanggan (GB/subs).

Dalam beberapa bulan terakhir Indosat gencar mengkampanyekan paket sederhana yang berisi kuota utama saja. Indosat juga berupaya menjaga kenyamanan pelanggan melalui peningkatan jaringan memanfaatkan 95.190 BTS yang dimiliki saat ini. 

“Layanan data yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah layanan video streaming seperti YouTube dan layanan mobile gaming,” kata Kustanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator telekomunikasi, operator seluler

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top