Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Tahun Jokowi – JK: Mastel Puji Pertumbuhan Startup dan Kritik soal Data Center

Ketua Umum Mastel Kristiono mengatakan bahwa industri digital Indonesia dalam 5 tahun terakhir tumbuh sangat tinggi, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  18:13 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla - Biro Pers Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla - Biro Pers Istana Kepresidenan

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam 5 tahun terakhir cukup memuaskan. Hanya saja, nilai tersebut tercoreng oleh kebijakan mengenai data center.  

Ketua Umum Mastel Kristiono mengatakan bahwa industri digital Indonesia dalam 5 tahun terakhir tumbuh sangat tinggi, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

Dia menilai jaringan tualng punggung atau backbone Palapa Ring secara nasional berhasil digelar. Dalam 5 tahun ini juga, kata Kristiono, kebangkitan perusahaan rintisan menemukan momentumnya sehingga muncul empat unikorn.

“Upaya mengembangkan talenta digital sudah dimulai, bagaimana pun ekosistem industri digital perlahan mulai terbangun,” kata Kristiono kepada Bisnis, Jumat (18/10/2019).

Meski demikan, sambungnya, masih banyak yang harus diperbaiki ke depannya. Dia melihat industri telekomunikasi mengalami pertumbuhan negatif akibat dari disrupsi global platform over the top dunia, karena tidak oleh pemerintah.

Dia berpendapat tanpa adanya regulasi OTT, negara kehilangan potensi ekonomi yang besar, yang seharusnya diperoleh dapat diperoleh.

Di samping itu, Kristiono juga mengkritisi mengenai undang-undang perlindungan data yang berakibat aset nasional, yang strategis lebih banyak dikuasai dan dikapitalisasi oleh platform dunia.

“Bahkan ironisnya pemerintah berencana merelaksasi lokasi penyimpanan data yang tidak harus di dalam negeri,  yang akan melemahkan penguasaan kita atas aset strategis tersebut,” kata Kristiono.

Dia mengatakan dengan diharuskan ditaruh di luar maka hilang potensi pertumbuhan yang tinggi bagi industri data center nasional.

Dia pun berharap untuk kabinet yang baru  mampu mentransformasikan posisi Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya nasional yang besar, sehingga nantinya industri digital Indonesia disegani. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi data center
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top