Indonesia Pimpin Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Google, Temasek dan Bain&Company menyebutkan dalam laporan e-Conomy SEA bahwa  tren pertumbuhan perekonomian digital Indonesia menjadi yang terdepan di Asia Tenggara. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  14:54 WIB
Indonesia Pimpin Ekonomi Digital di Asia Tenggara
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf memberi pemaparan di Jakarta, Senin (7/10/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA — Google, Temasek dan Bain&Company menyebutkan dalam laporan e-Conomy SEA bahwa  tren pertumbuhan perekonomian digital Indonesia menjadi yang terdepan di Asia Tenggara. 

Laporan e-Conomy SEA yang berjudul Swipe Up and To the Right: Southeast Asia's $100 Billion Internet Economy menyebutkan bahwa nilai barang dagangan bruto  (gross merchandize value/GMV) ekonomi digital Indonesia kini mendekati $40 miliar dan berpotensi mencapai $133 miliar pada 2025, melampaui prediksi tahun lalu sebesar lebih dari 30%.

Laporan yang memadukan Google Trends, riset Temasek, dan analisis Bain & Company serta berbagai sumber dari industri dan wawancara ahli tersebut juga menjelaskan bahwa transformasi ekonomi Indonesia menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis bagi Asia Tenggara.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan laporan tahun ini menunjukkan performa optimal Indonesia yang melampaui semua ekspektasi dari tiga laporan tahunan sebelumnya. 

Dia menjelaskan bahwa perusahaan rintisan Indonesia menjadi pemain tingkat regional yang berhasil memecahkan masalah dengan inovasi yang dikeluarkan perusahaan rintisan. 

“Pendekatan inovatif mereka memecahkan masalah lokal juga mampu merevolusi transportasi, jasa penaantaran makanan, wisata & perjalanan, dan e-commerce di seluruh Asia Tenggara," kata Randy di Jakarta, Senin (7/10/2019). 

Laporan regional 2019 ini mencangkup  lima sektor yaitu, dagang-el, media daring, transportasi berbasis aplikasi digital, wisata & perjalana, serta jasa keuangan digital. 

Laporan tersebut memprediksi dalam 4 tahun ke depan, sektor dagan-el mengalami pertumbuhan hingga 12 kali lipat dan sektor transportasi berbasis aplikasi digital tumbuh 6 kali lipat. 

Wilayah Jabodetabek diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di indonesia. Pengguna yang tinggal di area tersebut membelanjakan uang senilai $555 per kapita dibandingkan dengan area nonmetro yang hanya $103. Meski demikian, peluang besar juga dapat digenjot dari daerah nonmetro. 

Florian Hoppe, Partiner dan Leader of Asia Pacific Digital Practice dari Bain & Company mengatakan dengan meluasnya penggunaan pembayaran digital dan opsi pembayaran dengan pulsa, banyak orang dari luar area metro yang menjadi pengguna berbayar layanan media daring premium seperti gim, musik, dan vieo on demand. 

Ini ditunjukkan oleh data bahwa 46% dari semua penelusuran tentang paket internet Google Search berasal dari area nonmetro.

Hoppe menambahkan bahwa semua sektor ekonomi digital di setiap daerah diuntungkan dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital.  Dia mengatakan dengan inklusi keuangan digital yang masih rendah, peluang ekonomi digital untuk tumbuh masih terbuka luas. 

"Terdapat kekurangan akses untuk layanan keuangan di Asia Tenggara dan ini jelas merupakan peluang bagi Indonesia, yang hanya 42 juta penduduknya memiliki rekening bank," ujar Hoppe. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi digital

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top