LAPORAN DARI AUSTRALIA : Jaringan IoT Telstra Layani 3,2 Juta Perangkat

Dalam pameran teknologi tahunan keenam Telstra Vantage 2019 yang digelar di Melbourne, Telstra memamerkan bagaimana perangkat yang terhubung dengan jaringan IoT mengalami peningkatan keamanan, mengurangi biaya, hingga meningkatkan produktivitas.
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 04 September 2019  |  14:06 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA : Jaringan IoT Telstra Layani 3,2 Juta Perangkat
Telstra Global IoT Solutions Executive Gerhard Loots saat memberikan pemaparan tentang pencapaian lini bisnis IoT Telstra di sela-sela acara Telstra Vantage 2019 di Melbourne Convention and Exhibition Center, Rabu (4/9 - 2019).

Bisnis.com, MELBOURNE -- Perusahaan Teknologi Terbesar di Australia, Telstra, hingga akhir Juli 2019 telah melayani 3,2 juta perangkat yang terkoneksi dengan jaringan Internet of Things (IoT) dengan rerata per hari sebanyak 2.000 perangkat baru.

Dalam pameran teknologi tahunan keenam Telstra Vantage 2019 yang digelar di Melbourne Convention and Exhibition Center 4-5 September 2019, Telstra memamerkan bagaimana perangkat yang terhubung dengan jaringan IoT mengalami peningkatan keamanan, mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

Telstra Vantage 2019 menampilkan platform Telstra IoT termasuk Track and Monitor, ruang pintar, manajemen air Telstra, IoT Connection Manager, jaringan bluetooth Telstra, dan masih banyak lagi platform IoT lainnya.

Telstra Global IoT Solutions Executive Gerhard Loots mengatakan bahwa Telstra telah membangun jaringan IoT terbesar di Australia yang berarti penduduk Australia dapat memanfaatkan koneksi dunia yang lebih nyata dan cepat.

"Dari kendaraan hingga mesin, infrastruktur, smart meters, bangunan, dan banyak lagi. Manfaat yang dapat kita sadari dari dunia yang terhubung sekarang nyata dan dapat dicapai," kata Loots di sela-sela Telstra Vantage 2019, Rabu (4/9/2019).

Dia menjelaskan, jumlah perangkat IoT yang terhubung setiap hari meningkat sangat pesat. "Kendaraan yang terhubung adalah produk IoT yang menarik, tetapi kami juga melihat hal menarik lainnya seperti panel surya, sensor kelembaban, traffic cones, bus, serta truk dan truk sampah, yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan," jelasnya.

Menurutnya, lebih dari separuh organisasi di Australia meyakini bahwa strategi penggunaan IoT akan menghasilkan peningkatan pendapatan yang signifikan, sedangkan lebih dari 70% setuju bahwa IoT memungkinkan untuk peningkatan produktivitas dan pengalaman karyawan. Hal positif tersebut berkorelasi dengan kinerja pendapatan bisnis IoT Telstra yang tumbuh hampir 20% pada 2019.

"Nilai nyata terwujud ketika IoT dimasukkan ke pelaku bisnis yang ingin menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah tradisional," ujar Loots.

Dia mencontohkan, perusahaan logistik nasional SCT Logistics yang menggunakan IoT untuk melihat di mana asetnya dan memahami bagaimana aset tersebut digunakan.

"SCT Logistics meluncurkan solusi Telstra Track and Monitor ke 1.500 trailer, kontainer, dan kereta gerbong dalam armadanya. Ini tidak hanya memungkinkan mereka untuk lebih memahami tentang aset mereka dan meningkatkan pemanfaatannya, tetapi mereka berharap investasi teknologi akan diimbangi dengan penghematan biaya hanya dalam 3 tahun," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telstra, australia

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top