Survei Shopback: Rata-Rata Belanja Konsumen di E-Commerce Meningkat

Daya beli masyarakat untuk berbelanja secara online melalui platform dagang-el terus meningkat. Promosi cashback  pun kini menjadi alat pemasaran yang paling diminati ketimbang ragam promosi lainnya seperti potongan harga dank upon.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  20:51 WIB
Survei Shopback: Rata-Rata Belanja Konsumen di E-Commerce Meningkat
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKARTA—Daya beli masyarakat untuk berbelanja secara online melalui platform dagang-el terus meningkat. Promosi cashback  pun kini menjadi alat pemasaran yang paling diminati ketimbang ragam promosi lainnya seperti potongan harga dank upon.

 Hal tersebut terungkap dari survey terhadap 5.003 responden di lima kota besar  yang dilakukan oleh Shopback Indonesia. Dari hasil tersebut, sebanyak 66% responden menyatakan bersedia mengeluarkan uang lebih besar pada hari belanja online nasional akhir tahun ini dibandingkan tahun lalu.

 Data historis Shopback jug mencatat peningkatan rata-rata belanja online setiap konsumen. Pada 2018, nominal rata-rata konsumen belanja online tercatat sebesar Rp2,2 juta per bulan. Jumlah tersebut meningkat pada 2019 hingga paruh pertama tahun ini menjadi Rp3,8 juta per bulan.

 Head of Communications Shopback Indonesia Vinda Karuna Mudita menyatakan , hal tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat untuk berbelanja secara online semakin besar. Selain peningkatan daya beli, pihaknya juga mengamati adanya perubahan preferensi konsumen dalam memilih promosi.

 “Sekarang orang lebih tahu nikmatnya cashback. Kalau diskon kan hanya terasa hemat, kalau cashback memang terasa dapat uang lagi. Beberapa perusahaan juga menilai ini menjadi tools marketing yang lebih efektif dibandingkan potongan harga,” ujarnya, Rabu (21/8).

 Bila pada tahun lalu, ujarnya, mayoritas konsumen sebesar 40,6% lebih memilih diskon atau potongan harga, diikuti 37,8% konsumen memilih cashback, 7,9% hadiah langsung, 13,4% buy one get one, dll.

Pada tahun ini, cashback menjadi alat promosi yang paling disukai konsumen, dan dipilih lebih dari 50% dari total responden, diikuti 38,4% yang memilih diskon, dan selanjutnya alat promosi lainnya seperti gratis hadiah, loyalty point, dan lain sebagainya.

Head of Business Development Shopback Yolanda Margaretha menyatakan saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar Shopback yang beroperasi di tujuh negara, dengan jumlah pengguna di Tanah Air mencapai  4 juta, atau 40% dari total pengguna di ketujuh negara yang mencapai 10 juta.

 

“Kami berharap setiap tahun dapat tumbuh double dari segi user. Agregator e-commerce seperti kami konsepnya masih terbilang baru di Indonesia, sehingga peluang untuk tumbuh besar masih terbuka lebar,” ujarnya.

 Adapun sejak 2016, Shopback Indonesia telah menyalurkan cashback senilai total Rp117 miliar kepada penggunanya. Angka ini disebut bakal semakin besar dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan peningkatan traksi dan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Dia menambahkan, pada September 2019 perusahaan akan meluncurkan sebuah festival belanja online bernama ShopFest yang diselenggarakan selama empat bulan lamanya hingga akhir tahun, yang semuanya diadakan pada tanggal-tanggal cantik seperti 9.9 Pesta Cashback, 10.10 Hari Cashback, 11.11 Online Revolution, dan 12.12 Harbolnas.

 Menurutnya, akhir tahun menjadi momentum spesial bagi e-commerce. Kampanye yang digelar selama empat bulan itu diyakini tak hanya akan menyumbang basis pengguna baru, tetapi juga membuat transaksi melonjak.

 Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan Pesta Cashback 2018 meningkatkan traffik hingga 6kali lipat dari hari biasanya. Peningkatan pesanan dan Gross Merchandise Value (GMV) pun meningkat 1,5 kali lipat.

 Sementara pada penyelenggaraan 12.12 Harbolnas tahun lalu, pihaknya mencatat pelonjakan traffik hingga 7 kali lipat dibandingkan hari biasa. Jumlah pesanan juga diklaim meningkat 3 kali lipat dibandingkan Harbolnas 2017.

 “Kami berharap campaign akhir tahun ini paling tidak peningkatannya sama dengan tahun lalu atau bahkan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top