Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia & Thailand Paling Manfaatkan IoT di Asean

Indonesia dan Thailand menjadi dua negara yang paling merasakan manfaat dari implementasi internet untuk segala (internet of things/IoT) di Asia Tenggara.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  10:15 WIB
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa
SAP dan Internet of Things (IoT) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia dan Thailand menjadi dua negara yang paling merasakan manfaat dari implementasi internet untuk segala (internet of things/IoT) di Asia Tenggara.

IrzaSuprapto, Direktur Asia loT Business Platform, mengatakan berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Asia IoT Bussiness Platform (AIBP), disebutkan bahwa sebanyak 10,7% perusahaan di Thailand dan 8,9% perusahaan di Indonesia, khususnya yang bergerak di industrial, telah merasakan manfaat dari pengimplementasian IoT. 

Adapun negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam hanya 2,1%, Filipina 2,8% dan Malaysia 5,1%.

Dia mengatakan kondisi saat ini sesuai dengan apa yang telah AIBP selama 3--4 tahun terakhir. 


Survei AIBP melibatkan 1624 responden yang tersebar di Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Survei tersebut menyebutkan sejumlah sektor yang memungkinkan untuk dijajaki IoT saat ini adalah sektor ritel dan perumahan, transportasi dan logistik, industrial, perbankan dan pelayanan publik. 

"Perusahaan-perusahaan dari kedua negara paling banyak berinvestasi dalam teknologi dan mulai menuai hasilnya sekarang," kata Irza di Jakarta, Kamis (11/7/2019). 

Irza menambahkan insiatif pemerintah telah diterima dengan optimistik oleh perusahaan lokal di dalam ekosistem sektor Industri 4.0.  

Berdasarkan hasil survei yang sama, sebanyak 43,1% response lokal di dalam industri manufaktur dan 46,2% di dalam industri logistik yakin bahwa transformasi digital telah diimplementasi
di dalam satu atau lebih area fungsional di dalam perusahaan mereka. 

Tidak hanya itu, dalam survei tersebut juga disebutkan bahwa hanya 9% perusahaan yang belum mengimplementasikan transformasi digital di dalam proses bisnis mereka. 

Selain itu, sebanyak 78,6% setuju bahwa perusahaan mereka harus terhubung dan menggunakan alat yang canggih sebagai upaya meningkatkan proses dan operasional perusahaan mereka.

"Ini statistik yang menjanjikan," kata Irza.

Selain menyajikan sejumlah data, rencananya pada 28--29 Agustus 2019, AIBP akan menggelar Konfrensi AIBP ke-32 di Mega Kuningan, Jakarta. Konfrensi tersebut akan berfokus pada Indonesia 4.0. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Internet of Things
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top