Samsung Galaxy Fold, Polemik Inovasi dan Harga yang ‘Wah’

Samsung Electronics baru saja membuat gebrakan sensasional dengan meluncurkan ponsel layar lipat pertamanya. Harga yang dibanderol hampir US$2000 seketika memicu perdebatan di antara pelaku industri smartphone.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  16:01 WIB
Samsung Galaxy Fold, Polemik Inovasi dan Harga yang ‘Wah’
Samsung Galaxy - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Samsung Electronics baru saja membuat gebrakan sensasional dengan meluncurkan ponsel layar lipat pertamanya seharga US$1.980.

Diberi nama Samsung Galaxy Fold, ponsel ini menyerupai smartphone konvensional tetapi dapat dibuka seperti halnya buku dengan dua layar dan enam kamera.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut melengkapi Galaxy Fold dengan prosesor Octa-core 7nm 64-bit, RAM 12 GB, dan kapasitas penyimpanan 512 GB. Sebagai sumber energi ada dua baterai yang bekerja bersama dengan kapasitas total 4.380 mAh.

Galaxy Fold juga dilengkapi fitur yang memanjakan para penggunanya agar dapat menonton video, berselancar di web, dan bercakap-cakap di satu layar yang sama.

Teknologi baru ini sudah pasti memikat. Meski demikian, harga yang dibanderol hampir US$2000 seketika memicu perdebatan di antara pelaku industri smartphone.

Jika dikonversi ke dalam rupiah saja, kita harus merogoh kocek sekitar Rp28 juta demi menikmati ponsel wah yang rencananya akan mulai dipasarkan pada 26 April mendatang itu.

Para pengguna smartphone di media sosial sampai ramai mempersoalkan harga dan fiturnya. Ada yang meragukan jika konsumen akan benar-benar membutuhkan ponsel semacam itu.

“Inovatif? Pastinya. Dibutuhkan? Tidak yakin. 6 kamera, 2 layar, dan 2 baterai seharga US$1980?!?,” tulis pengguna Twitter @JackPhan, sebagaimana diberitakan Reuters.

Salah satu pengguna Reddit, AmazedCoder, mengambil pandangan yang lebih positif.

“Fakta bahwa orang hanya mengeluhkan harganya menunjukkan banyak yang benar-benar menginginkan [ponsel] ini, tetapi tidak bisa mendapatkannya. Generasi kedua dari perangkat ini bakal laku keras,” tulisnya.

Ponsel yang dapat mengoperasikan tiga aplikasi secara bersamaan tersebut seakan menantang gagasan umum soal harga ponsel premium. Galaxy Fold memulai debutnya hampir dua kali lipat dari harga ponsel premium baik besutan Apple maupun Samsung sendiri.

“Mengingat harganya, kemungkinan ponsel itu akan dijual terutama kepada kalangan early adopters. Harga adalah kunci untuk memperluas penjualan,” ujar mantan Samsung mobile executive, Kim Yong-serk.

Menurutnya, Galaxy Fold akan membantu Samsung memoles citra sebagai perusahaan yang inovatif, meskipun kemungkinan tidak akan terlalu membawa keuntungan.

“Saya kira Apple akan menunggu katakanlah selama satu tahun dan menghasilkan ponsel lipat dengan lebih banyak fitur, seperti halnya pada smartwatch,” tambah Kim.

Dalam acara peluncurannya di San Francisco pada Rabu (20/2/2019) waktu setempat, kehadiran Galaxy Fold tersebut sudah membuat takjub banyak hadirin.

“Saya terpesona,” kata Patrick Moorhead dari Moor Insights & Strategy. Ia menilai ponsel itu dapat membantu Samsung meremajakan bisnis mobile-nya, yang saat ini dihantui sepak terjang Huawei Technologies Co. Ltd. asal China.

Perusahaan broker Hana Investment & Securities memperkirakan Samsung akan dapat menjual 2 juta ponsel lipat tahun ini, meskipun harganya yang tinggi bakal menjaga volumenya relatif rendah.

Ada juga yang berpendapat penjualannya hanya akan mencapai 1 juta, atau sekitar 1% dari 291 juta smartphone Samsung yang terjual tahun lalu.

Ketika sebagian besar analis memperkirakan Apple akan menunggu hingga tahun 2020 untuk melemparkan ponsel lipatnya dengan inovasi serupa, Samsung telah menetapkan standar harga baru dalam kategori premium seiring upayanya menghidupkan kembali minat konsumen dalam industri smatphone.

“US$1980 untuk #galaxyfold engga deh makasih ... coba lihat ... iPhone berikutnya bakal dibanderol US$1999,” tulis pengguna Twitter @zollotech.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartphone, samsung galaxy

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top