Huawei Siap Unjuk Gigi di Pameran Barcelona, AS Perkuat Delegasi

Huawei siap memperkuat eksistensinya dalam industri telepon seluler melalui ajang Mobile World Congress bulan ini. Namun rencananya tersebut berisiko gagal karena sepak terjang pemerintah Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 07 Februari 2019 16:05 WIB
Ilustrasi logo Huawei. - REUTERS/Chris Wattie

Bisnis.com, JAKARTA – Huawei siap memperkuat eksistensinya dalam industri telepon seluler melalui ajang Mobile World Congress bulan ini. Namun rencananya tersebut berisiko gagal karena sepak terjang pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mobile World Congress (MWC) adalah ekshibisi terbesar untuk industri komunikasi mobile yang digelar secara tahunan. Ajang MWC tahun ini dijadwalkan akan dihelat pada 25-28 Februari di Barcelona.

MWC diketahui telah membantu mendorong reputasi Huawei Technologies Co., sponsor utama acara ini, sebagai pemasok perangkat telekomunikasi yang dominan.

Dalam ajang yang sama tahun lalu, Huawei menandatangani sejumlah kesepakatan, termasuk dengan Bouygues Telecom asal Prancis untuk menjadikan Bordeaux kota pertama uji coba jaringan 5G dan dengan BT Group Plc untuk melakukan lebih banyak uji coba 5G.

“Kami terus tumbuh di MWC.  [Ajang] ini tetap menjadi kesempatan perdagangan terpenting kami tahun ini,” kata Adam Mynott, juru bicara Huawei, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (7/2/2019).

Tahun ini, Huawei akan meluncurkan ponsel 5G yang dapat dilipat (foldable), menunjukkan cara kerja teknologinya dalam presentasi bersama dengan Vodafone Group Plc., dan membuat para eksekutifnya terhubung dengan wartawan, politisi, maupun klien.

Sekitar 100.000 orang diperkirakan akan menghadiri ekshibisi tersebut untuk melihat deretan ponsel terbaru, gawai dengan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI), dan pesawat tanpa awak yang dipamerkan oleh sekitar 2.000 perusahaan.

Pada saat yang sama, pejabat pemerintah AS juga meningkatkan jumlah delegasi mereka ke MWC di Barcelona bulan ini. Mereka mengatakan ingin membantu negara-negara lain fokus pada keamanan perangkat seluler generasi mendatang.

Mereka memang tidak menyebut-nyebut adanya intrik dengan Huawei, tetapi agenda itu menjadi petunjuk yang tidak terlalu terselubung atas keresahan AS tentang raksasa teknologi asal China tersebut berikut segala tuduhan mengenai keterlibatannya dalam aksi spionase.

Delegasi AS berencana untuk mengadvokasi penyedia perangkat mobile lain, seperti Cisco Systems Inc., Ericsson AB, dan Nokia Oyj, menurut sumber terkait.

Upaya ini dilakukan di tengah kampanye yang intensif oleh pemerintahan Presiden Donald Trump di Eropa, pasar terbesar Huawei di luar China, di mana pemerintah di Inggris, Jerman, Prancis, dan negara lain mempertimbangkan apakah akan membatasi akses untuk Huawei utamanya terkait dengan jaringan 5G.

Fokus Amerika pada Huawei telah meluas hingga tuduhan mencuri kekayaan intelektual dan melanggar sanksi ekspor untuk Iran. Sementara itu, Huawei telah berulang kali membantah segala yang dituduhkan pada perusahaan, termasuk bersekongkol dengan pemerintah China.

Dalam MWC mendatang, Guo Ping, Deputy Chairman Huawei, dan Richard Yu, CEO divisi konsumennya, akan menghadapi barisan pejabat AS yang terkemuka.

Adapun staf Departemen Luar Negeri AS akan bergabung dengan sejumlah pejabat tinggi termasuk Ketua Komisi Komunikasi Federal Ajit Pai, pejabat Deplu AS, dan seorang mantan eksekutif CIA, menurut sumber yang sama.

Tag : huawei
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top