PT Sat Nusapersada Gandeng Pegatron, Ini Kata Menperin

Wibi Pangestu Pratama
Senin, 4 Februari 2019 | 03:13 WIB
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (kedua kiri) berfoto bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah), Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kedua kanan), Direktur Utama PT Sat Nusapersada Abidin (kanan) dan Vice Chairman Pegatron Corporation Jason Cheng (kiri) seusai Peresmian Pengiriman Perdana Produk Smarthome Router PT Sat Nusapersada ke Amerika Serikat di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (02/02/2019)./Istimewa
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla (kedua kiri) berfoto bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah), Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kedua kanan), Direktur Utama PT Sat Nusapersada Abidin (kanan) dan Vice Chairman Pegatron Corporation Jason Cheng (kiri) seusai Peresmian Pengiriman Perdana Produk Smarthome Router PT Sat Nusapersada ke Amerika Serikat di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (02/02/2019)./Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Industri elektronika didorong untuk menjadi sektor berorientasi ekspor seiring dengan penempatannya sebagai prioritas dalam pengembangan industri 4.0 dan didukung kerja sama dengan pihak luar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan industri elektronika berpotensi berkembang menjadi berorientasi ekspor seiring terjalinnya kemitraan PT Sat Nusapersada dengan Pegatron Corp, perusahaan asal Thailand.

Kerja sama tersebut berbentuk produksi broadband dan smartphone oleh PT Sat yang kemudian akan dipasarkan ke Amerika Serikat. Adapun, Sabtu (02/02/2019) merupakan pengiriman ekspor pertama produk PT Sat hasil kerja sama tersebut.

Airlangga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan PT Sat serta komitmen investasinya. Pada tahun ini, tercatat korporasi bernvestasi dengan membangun gedung 6 lantai, 3 SMT lines, dan 11 final assembly. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 10 juta unit per tahun.

Investasi baru tersebut membuat potensi ekspor PT Sat dapat mencapai US$600 juta per tahun. Selain itu, 2.000 orang berpotensi diserap di pabrik PT Sat.

"Hal tersebut tentu akan dapat menghidupkan produsen dalam negeri, mengurangi angka impor, menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan negara," ujar Airlangga melalui keterangan resmi.

Airlangga menjelaskan industri elektronika akan diakselerasi pengembangannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor. Menurutnya, industri elektronika tidak boleh hanya konsentrasi pada perakitan, tetapi harus terlibat dalam rantai nilai yang bernilai tambah tinggi.

"Ke depan, kami mendorong kerja sama investasi pada komponen industri elektronika dan telematika, seperti semikonduktor sebagai salah satu komponen utama, yang diharapkan sektor ini dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujar Airlangga.

Dirut PT Sat Nusapersada, Abidin, menjelaskan pihaknya bertekad untuk menjadi produsen smartphone terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, PT Sat telah memproduksi berbagai merek smartphone seperti Asus, Xiaomi, Huawei, Honor, dan Nokia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper