Tren Smartphone 2019: Vivo Andalkan Gradasi Warna dan Screen Touch ID

Vivo menargetkan produksi ponsel hingga 800.000 unit per bulan pada 2019 mendatang.
Dhiany Nadya Utami | 28 Desember 2018 08:02 WIB
Model memperlihatkan ponsel pintar Vivo V11 Pro saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Vivo menargetkan produksi ponsel hingga 800.000 unit per bulan pada 2019 mendatang. Selain itu, vendor asal China ini juga bertekad membawa beragam inovasi baru untuk produk mereka.

General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia Edy Kusuma mengatakan bahwa mereka berusaha memaksimalkan semua aset dan sumber daya untuk mencapai tantangan industri di tahun mendatang.

“Segala pencapaian pada 2018 ini juga tentunya tidak lepas dari kepercayaan konsumen selama hampir 5 tahun perjalanan kami di Indonesia. Vivo yakin dan optimistis dapat terus memberikan kejutan-kejutan dengan karya terbaik bagi Indonesia di masa depan,” katanya dalam siaran pers, Kamis (27/12/2018).

Dia mengklaim sepanjang 2018 pencapaian Vivo terbilang positif. Berdasarkan laporan lembaga riset Internation Data Corporation, Vivo menempati posisi keempat vendor teratas di Tanah Air.

Edy menyebut Vivo berhasil memenuhi permintaan pasar sesuai tren yang hadir pada 2018 seperti memaksimalkan layar penuh dan meminimalisasi ukuran poni atau notch ponsel. Selain itu, Vivo memperkenalkan tren baru yakni pemindai sidik jari yang tertanam dalam  layar.

“Pemindai sidik jari atau Screen Touch ID pertama di Indonesia hadir pada Vivo V11 Pro. Teknologi ini membuat desain smartphone yang semakin terintegrasi dan membuat autentikasi pengguna semakin mudah dan terpusat di sisi depan smartphone,” tutur Edy.

Berdasarkan laporan dari HIS Markit berjudul Display Fingerprint Technology & Market Report -2018, pengapalan smartphone yang menggunakan sensor pemindai sidik jari di layar diperkirakan akan mencapai sekitar 9 juta unit hingga akhir 2018.

Adapun pada tahun 2019, angkanya akan meningkat drastis menjadi 100 juta unit di seluruh dunia. Ini tentu saja menunjukkan prediksi bahwa teknologi  pemindai sidik jari di dalam layar akan menjadi sebuah standar dalam industri smartphone global.

Tren lain yang jamak muncul selama tahun ini adalah penggunaan kamera belakang ganda atau dual rear camera pada smartphone dengan harga terjangkau seperti pada seri Y95, Y93, dan Y91. Teknologi kamera ganda ini sebelumnya hanya terdapat pada smartphone kelas mid-range dan premium.

Selain itu, semakin banyak variasi ponsel cerdas yang mulai bereksperimen mengaplikasikan multi-camera. Vivo memulai debut kamera ganda pada V-Series dengan V5Plus yang mengusung Dual Selfie Camera pertama untuk menghasilkan efek bokeh yang artistik.

Tahun ini. Vivo V9 menjadi seri pertama oleh Vivo di Indonesia yang dikembangkan dengan kamera belakang ganda, yang kemudian disempurnakan oleh vivo pada seri V11 dan V11 Pro dengan sensor Dual Pixel untuk daya tangkap cahaya lebih maksimal.

Dalam aspek tampilan smartphone, warna gradasi atau fusion color menjadikan smartphone semakin fashionable. Selama 2018, Vivo telah memperkenalkan tren warna galaksi yang memukau dengan pilihan Starry Black dan Nebula Purple, ditambah varian baru Fairy Pink pada seri V11.

“Pada tahun 2019, Vivo akan semakin kaya denga pilihan warna yang out of the box seperti Ice Field Blue dan Star purple meski demikian Vivo tetap akan membawa warna standar dan klasik yakni hitam sebagai warna yang tak lekang oleh waktu,” tutup Edy.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top