Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkominfo Take Down 400 Video Pengeroyokan Haringga

Kemenkominfo siap membantu pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pengguna internet yang menunggah atau menyebarkan kembali video tersebut.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 September 2018  |  15:23 WIB
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi sepak bola Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). - ANTARA/Reno Esnir
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi sepak bola Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak tinggal diam terkait maraknya video pengeroyokan pendukung sepak bola yang beredar di dunia maya.

Hingga hari ini, Rabu (26/9/2018), kementerian telah meminta setidaknya 450 konten diturunkan dari berbagai platform.

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pihak Kemenkominfo terus melakukan penyisiran terhadap video tersebut di berbagai platform kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak platform seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan Twitter untuk menurunkannya.

Semuel juga menyatakan kesiapan Kemenkominfo membantu pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pengguna internet yang menunggah atau menyebarkan kembali video tersebut.

Pasalnya, pihak kepolisian menyebut akan mengenakan sanksi jika masih ada masyarakat yang mengunggah dan menyebarkan video tersebut.

“Kalau ada yang upload, bukan hanya kami takedown, tapi kita profiling orangnya siapa yang upload. Data itu yang kami share ke polisi,” katanya di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Menurut data Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, per Senin (24/9/2018) pihaknya telah meminta bantuan platform untuk menurunkan 130 video.

Kemudian per Selasa (25/9/2018) kembali menemukan sekitar 300 alamat daring (URL) baru yang terkait video tersebut yang langsung dilaporkan ke pihak platform.

Adapun ke depannya Kemenkominfo masih akan terus melakukan pengecekan dengan menggunakan mesin Ais dan terus menurunkan konten terkait yang ditemukan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konten Negatif
Editor : Demis Rizky Gosta

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top