Service Center Xiaomi Terima Smartphone Nongaransi, Bagaimana Merek Lain?

Baru-baru ini, kabar mengenai pusat servis Xiaomi yang menerima produk tanpa garansi resmi Indonesia merebak.
Dhiany Nadya Utami | 20 September 2018 13:55 WIB
Calon pembeli antre untuk mendapatkan ponsel pintar Samsung Galaxy S9 dan S9 pada penjualan perdana di Jakarta, Jumat (16/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Baru-baru ini, kabar mengenai pusat servis Xiaomi yang menerima produk tanpa garansi resmi Indonesia merebak. Vendor asal China ini sempat dituding melanggengkan praktik black market.

Perwakilan Xiaomi membenarkan kabar mengenai layanan pusat servisnya. Melalui keterangan resmi, pihak Xiaomi mengatakan bahwa pengalaman pengguna menjadi hal yang penting dan utama bagi perusahaan asal China tersebut.

“Sebagai brand, masih memiliki kewajiban untuk melayani konsumen. Kami tetap membantu layanan purna jual untuk produk tidak resmi, terbatas hanya untuk model yang resmi hadir di Indonesia,” tulisnya.

Akan tetapi, Xiaomi juga menegaskan mereka memerangi praktik black market dan menyebut bahwa dari tahun ke tahun mereka telah bekerjasama dengan pemerintah, partner lokal dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi.

Pusat servis Xiaomi di Indonesia atau Mi Exclusive Service Center menerima layanan perbaikan untuk produk non-garansi resmi Indonesia. Layanan yang diberikan adalah software upgrade dan hardware repair tanpa penggantian mainboard.  

Adapun servis tersebut berlaku untuk 16 tipe ponsel Xiaomi yakni Redmi 1S, Redmi 2, Redmi 3, Redmi 3S, Redmi 4A, Redmi 4X, Redmi Note, Redmi Note 3, Redmi Note 4 (Qualcomm), Redmi 5A, Redmi Note 5A, MIA1, Redmi 5, Redmi 5 Plus, Redmi Note 5, dan Redmi S2.

Bagaimana dengan vendor lain? Vice President PT Samsung Electronic Indonesia Lee Kang Hyun menyatakan bahwa pusat servis mereka hanya menerima unit resmi yang IMEI-nya telah terdaftar. 

Akan tetapi, jika ada turis luar negeri atau wisatawan dalam negeri yang membeli unit Samsung di negara lain misalnya di Malaysia atau Korea, SEIN Service Center tetap menerima perbaikan.

“Unit bajakan atau black market itu tidak akan diterima,” ujanya pada Bisnis melalui pesan pendek.

Hal ini dikarenakan setiap kali menerima unit ponsel Samsung, tim terkait akan melakukan pemeriksaan IMEI number di sistem GSPN. Apabila unit tersebut tidak terdaftar maka tidak dapat atau mencetak faktur ‘create bill’ atau memulai pelayanan ’service order’.

“Tapi kalau tetap minta service, tetap dilayani dengan charge biayanya,” tambah Lee.

Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng juga mengatakan bahwa pihaknya hanya melayani after sales untuk produk Huawei yang dijual resmi di Indonesia. “Kalau modelnya ada launch di Indonesia, kami terima tapi kena charge,” katanya. 

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top