Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkomsel Mulai Refarming Frekuensi 2,1 GHz di Jabodetabek

Telkomsel fokus untuk menyelesaikan penataan frekuensi di 13 klaster tersisa yang mencakup 6 provinsi di Jawa.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  14:09 WIB
Telkomsel Mulai Refarming Frekuensi 2,1 GHz di Jabodetabek
Teknisi Telkomsel melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Perkebunan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/9). - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tengah melaksanakan penataan ulang frekuensi di rentang gelombang radio 2,1 GHz di area Jawa, termasuk Jabodetabek.

General Manager External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menjelaskan penataan ulang tersebut adalah bagian dari pelaksanaan Keputusan Menkominfo Nomor 1998 Tahun 2017 tentang Penataan Ulang Frekuensi Radio 2,1 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Telkomsel memindahkan jaringan dari blok frekuensi 3 ke blok 6 di rentang frekuensi 2,1 GHz di 42 klaster secara bergantian sejak Januari 2018. Rencana proses pemindahan berakhir pada April 2018.

Hingga saat ini, Telkomsel sudah menyelesaikan proses penataan frekuensi 2,1 GHz dengan baik dan tanpa kendala di 29 klaster yang mencakup 28 provinsi di Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kini, Telkomsel fokus untuk menyelesaikan penataan frekuensi di 13 klaster tersisa yang mencakup 6 provinsi di Jawa.

“Dalam melakukan penataan frekuensi tersebut, Telkomsel berupaya untuk tetap menjaga kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan komunikasi,” kata Denny, (19/3/2018).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler
Editor : Demis Rizky Gosta
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top