Kenapa Bolt Pesimistis Telkomsel Cs Mampu Luncurkan 4G LTE di Jakarta Akhir Tahun Ini?

Samdysara Saragih
Selasa, 7 Juli 2015 | 14:33 WIB
Ilustrasi/kampusit
Ilustrasi/kampusit
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Internux (Bolt) memprediksi empat operator seluler yang meluncurkan 4G LTE di Indonesia Timur Senin (6/7/2015) belum akan merilis layanan serupa di Jakarta pada tahun ini.

“Mulai hari ini [Senin/6/7/2015] 4G LTE secara formal diresmikan di Makassar untuk Indonesia Timur. Kami perkirakan mereka akan masuk Jakarta baru akhir 2016,” kata Presiden Direktur Bolt Dicky Moechtar di Jakarta, Senin (6/7/2015) malam.

Dicky beralasan empat operator yang memiliki alokasi spektrum di pita 1.800 MHz itu bakal menghadapi dua tantangan berat. Pertama, mereka akan kesulitan membanguan stasiun pemancar dan penerima (BTS) dalam waktu cepat walaupun jaringan telah dimoderenisasi.

Kedua, selain infrastruktur akses, Dicky mengatakan operator tersebut akan kerepotan menggelar jaringan backhaul. Pasalnya, komunikasi antar BTS untuk 4G LTE tidak cukup mengandalkan transmisi lewat gelombang radio atau mikro melainkan serat optik.

“Kalau kebutuhan lebar pita akses untuk 4G LTE kan 100 Mbps. Nah, untuk transmisi itu cuma bisa pakai serat optik. Bisa sih kalau dipaksakan enggak pakai serat optik, tapi pasti macet,” katanya.

Selain dua faktor teknis tersebut, Dicky mengatakan empat operator juga akan dipusingkan dengan keberadaan para pelanggan 2G dan 3G. Apalagi 4G LTE digelar di pita yang juga dipakai untuk 2G dan 3G.

Sebagaimana diketahui, empat operator kemarin meluncurkan 4G LTE berbasis pita 1.800 MHz secara serentak di Indonesia Timur. PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) merilis layanan pita lebar itu di Makassar, Sulawesi Selatan; PT Indosat Tbk di Balikpapan, Kalimantan Timur; PT XL Axiata Tbk di Mataram, Nusa Tenggara Timur; PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Keempat operator merilis 4G LTE di klaster yang telah menuntaskan proses penataan pita 1.800 MHz agar blok-blok spektrum yang sebelumnya terpisah-pisah menjadi berdampingan. Proses penataan yang dimulai pada 4 Mei 2015 itu akan dihentikan dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran.

Setelah Idulfitri, penataan ulang akan dilakukan di daerah-daerah padat penduduk seperti Sumatera dan Jawa. Jakarta sendiri akan mendapat giliran pamungkas untuk ditata pada 23 November 2015. Alhasil, peluncuran 4G LTE untuk pita 1.800 Mhz baru dapat terealisasi paling cepat pada akhir 2015.

Bolt sendiri merupakan operator pertama di Indonesia yang meluncurkan 4G LTE pada akhir 2013. Bedanya, anak usaha Grup Lippo ini menggunakan pita 2.300 MHz.

Pita tersebut dipakai untuk menggelar 4G LTE time division duplex (TDD) yang berbeda dengan pita 900 MHz dan 1.800 MHz sebagai ekosistem frequency division duplex (FDD).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper