XL gandeng kampus kaji LTE

JAKARTA: Operator XL Axiata menggandeng dua perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk kerja sama studi teknologi long term evolution (LTE).
Bambang Priyo Jatmiko
Bambang Priyo Jatmiko - Bisnis.com 20 Desember 2010  |  14:36 WIB

JAKARTA: Operator XL Axiata menggandeng dua perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk kerja sama studi teknologi long term evolution (LTE).

Tulus Rahardjo, Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan pihaknya terbuka untuk memberikan kesempatan kepada operator dan vendor yang ingin melakukan uji coba dalam rangka mendapatkan masukan terkait dengan model penyelenggaraan, regulasi, model bisnis, dan lainnya.

Studi LTE yang melibatkan perguruan tinggi ini diharapkan agar teknologi nantinya tidak diadopsi untuk kepentingan yang konsumtif, ujarnya menanggapi kemitraan XL dan perguruan tinggi itu hari ini.

Menurut Tulus, LTE juga diharapkan melibatkan industri dalam negeri dan pemerintah di sisi lain juga akan mengarahkan industri dalam negeri pendukung teknologi itu sesuai dengan potensi yang dapat mereka kembangkan.

Dia menambahkan masyarakat juga membutuhkan sosialisasi teknologi ini dan pemerintah akan berupaya agar teknologi baru itu dapat disediakan dengan tarif terjangkau.

Dari studi itu, pemerintah berharap ada terobosan teknologi yang mendukung ekonomi dan efisiensi misalnya membuka lapangan kerja, mengatasi hambatan lalu lintas, dan peluang membantu sektor lainnya.

Budi Rahardjo, pengajar Telekomunikasi dan Teknologi Informasi ITB, mengatakan LTE menjanjikan akses informasi, peningkatan kecepatan akses, dan cakupan layanan.

Sementara itu, Dian Siswarini, Network Director PT XL Axiata Tbk, mengatakan operator berharap pemerintah dalam mengatur tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) juga turut memikirkan ketersediaan komponen di dalam negeri.

Artinya kalau ada peralatan yang harus menggunakan produk manufaktur dalam negeri maka harus dipastikan ada yang memasok, tegasnya.

Dia menambahkan operator diperkirakan akan memperluas perannya sebagai penyedia pipa dan konten di layanan yang ditujukan untuk komunikasi data, tetapi dengan sedikit tambahan juga dapat mengantarkan layanan suara itu.(jha)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top