Bisnis.com, JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menggunakan dua vendor perangkat telekomunikasi yang berbeda. Smartfren condong ke ZTE sementara itu XL Axiata lebih ke Huawei. Lantas, ketika kedua perusahaan merger, vendor mana yang akan dipakai?
CEO Smartfren CEO Smartfren Andrijanto Muljono mengatakan secara teknis perusahaan dapat mengintegrasikan antara infrastruktur Huawei dan ZTE. Integrasi diyakini akan berjalan cepat sehingga layanan optimal yang diberikan kepada pelanggan dapat dihadirkan.
Namun, Andrijanto mengakui akan dilakukan rasionalisasi dari sisi perangkat. Perusahaan akan mengkaji kembali perangkat mana yang dibutuhkan dan paling menguntungkan secara bisnis.
“Hanya secara ekonomis yang perlu dipertimbangkan. Dicari yang best, paling affordable. Ya apa, teknokomersialnya paling bagus siapa gitu,” kata Andrijanto kepada Bisnis, dikutip Minggu (19/1/2025).
Pada 2019, Smartfren melakukan uji coba jaringan 5G bekerja sama dengan ZTE Corporation. Uji coba jaringan dilakukan di kawasan manufaktur di Jakarta Utara.
Kemudian pada September 2024, keduanya berkolaborasi mengimplementasikan teknologi komputasi Radio Access Network (RAN) berbasis Native-AI guna meningkatkan kecepatan internet hingga 15% dan kapasitas jaringan hingga 5%.
Sementara itu, Huawei dan XL memiliki kerja sama sebagai penyedia layanan managed services jaringan yang terhitung sejak 2012 - 2024. Kontrak tersebut menyebutkan bahwa Huawei akan menyediakan layanan pekerjaan dan pemeliharaan serta manajemen kinerja jaringan periode tersebut.
Penggabungan XL Axiata dan Smartfren menjadi perhatian karena tata kelola jaringan di XL Axiata, termasuk mengenai kerja sama dengan Huawei yang memang juga berakhir.
Director & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer at PT. XL Axiata Tbk Yessie D. Yosetya mengatakan kerja sama dengan Huawei akan dievaluasi saat XL dan Smartfren merger.
“Rencana memang akan ada evaluasi ulang, siapa yang terbaik, karena salah satu dari merger ini yang terpenting adalah sinergi,” kata Yessie kepada Bisnis pada sela-sela acara pelantikan eselon I Komdigi.
Diberitakan sebelumnya, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT Smart Tel mengumumkan penggabungan usaha (merger) dengan nilai mencapai Rp104 triliun.
Penggabungan ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”).
Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan merger ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia.
XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.
“Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Vivek dikutip Rabu (11/12/2024).