Bersiap Merger dengan XL Axiata, Bos Smartfren Bicara soal Nasib Karyawan

Rika Anggraeni
Kamis, 16 Mei 2024 | 13:46 WIB
Rencana merger XL Axiata - Smartfren. Karyawan melayani pelanggan di gerai PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) di Jakarta, Senin (18/12/2023)/JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Rencana merger XL Axiata - Smartfren. Karyawan melayani pelanggan di gerai PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) di Jakarta, Senin (18/12/2023)/JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) buka suara terkait nasib karyawan seusai Smartfren dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mengumumkan penandatanganan kesepahaman tidak mengikat terkait rencana merger.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan bahwa pascapenandatanganan memorandum of understanding (MoU) tersebut, Smartfren terus menjalankan operasionalnya seperti biasa.

Merza menyampaikan bahwa MoU antara Smartfren dan XL Axiata merupakan tahap awal dalam penjajakan konsolidasi.

“Smartfren dan seluruh karyawannya tetap harus bekerja lebih semangat, untuk Smartfren lebih berkembang, lebih maju serta terus melayani pelanggan lebih baik lagi,” kata Merza kepada Bisnis, Kamis (16/5/2024).

Jika melihat jumlah karyawan, Smartfren belum mempublikasikan laporan keuangan kuartal I/2024. Merujuk kuartal IV/2023, jumlah karyawan Smartfren dan entitas anak (tidak diaudit), termasuk karyawan kontrak adalah 2.431 dan 2.807 karyawan masing-masing pada 31 Desember 2023 dan 2022. Artinya, karyawan Smartfren berkurang hingga 376 orang pada tahun lalu.

Sejalan dengan penurunan karyawan, laporan keuangan juga mengungkap bahwa gaji karyawan Smartfren terpantau turun 2,30% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau sekitar Rp20,76 miliar pada tahun lalu.

Tercatat beban karyawan alias gaji karyawan yang ditanggung emiten telekomunikasi bersandi saham FREN mencapai Rp881,21 miliar pada 31 Desember 2023.

Sedangkan pada periode yang sama 2022, gaji karyawan Smartfren mampu mencapai Rp901,97 miliar. Beban karyawan ini sudah termasuk tenaga alih daya. 

Adapun, rencana merger merger XL Axiata - Smartfren kian benderang. Kedua pemegang saham utama masing-masing emiten, yakni Axiata Group dan Sinar Mas menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) tidak mengikat untuk menjajaki rencana penggabungan usaha EXCL-FREN.

Pada Rabu (15/5/2024), Axiata Group Berhad (Axiata) dan PT Wahana Inti Nusantara (WIN), PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), yang secara kolektif disebut sebagai Sinar Mas mengumumkan telah memasuki babak baru dengan penandatanganan MoU tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren dalam rangka menciptakan entitas baru (MergeCo).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper